Batal Gelar Pesta Meriah Termasuk Acara Manutung Jukut, Perayaan Hari Jadi Fokus Pada Perenungan

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:30 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

HARI ini (15/9), menjadi hari bahagia dan penuh makna bagi kita semua. Bagi warga dan pemerintah kabupaten. Sekaligus menjadi hari perenungan.

Perayaan tahun ini dimaklumi tidak semeriah sebelumnya. Kita lihat saja suasana kota yang tidak banyak pemasangan umbul-umbul.

Yang terlihat, hanya pagar rumah dinas bupati dan unsur pimpinan dewan yang diselimuti kain berwarna kuning.

Bukan hanya itu penyebabnya. Pemkab memang tengah dihadapkan pada situasi keuangan yang tidak nyaman. Tidak memungkinkan untuk merayakan sebuah pesta meriah. Tak ada pesta kembang api.

Contohnya, acara Manutung Jukut yang menjadi agenda hari jadi itu dengan berat hati dibatalkan. Kabarnya kegiatan expo juga masih dalam pertimbangan.

Penyebab utamanya, adalah musibah karhutla yang menyita perhatian cukup besar. Kebakaran hutan di hampir semua kecamatan, membuyarkan konsentrasi warga.

Awalnya ada pemikiran, kalau-kalau karhutla ini akan berakhir setelah turunnya hujan lebat pekan lalu. Rupaanya hal itu tidak terjadi.

Maka, tak ada pilihan lain, merayakan hari jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb dirayakan dalam suasana prihatin.

Dua agenda utama, sebuah sidang paripurna di gedung DPRD dan puncak peringatan hari jadi di Lapangan Gor.
Walau dalam keprihatinan, Bupati Sri Juniarsih memberi pesan khusus agar warga dalm perayaan hari jadi ini, semakin rakkat. Bekerja sama membangun daerah.

Setia merayakan hari jadi, selalu diwarnai perenungan. Apa yang telah dicapai setidaknya dalam tahun terakhir. Bagaimana tingkat kepuasan masyarakat.

Diakui bahwa masih banyak PR yang harus dituntaskan selama masa pengabdian bupati dan wakil bupati hingga akhir masa jabatan.

Bukan saja peningkatan infrastruktur di dalam kota, namun yang penting daerah di wilayah kecamatan hendaknya mendapat porsi perhatian yang sama dan bisa dinikmati masyarakat.

Bagaimana pelayanan air bersih. Bagaimana agar tak jadi pemadaman listirk. Bagaimana agar akses masyarakat hingga ke wilayah pedalaman bisa dinikmati dengan baik.

Sudah sering disampaikan, bahwa pascabulan madu kejayaan tambang batu bara dan sumber pendapatan lainnya akan digantikan dengan pariwisata sebagai leading sektor.

Makanya, dalam perenungan apa yang telah dicapai dalam merayakan hari jadi ini, perhatian terhadap infrastruktur pendukung pariwisata perlu semakin ditingkatkan.

Begitupun dengan peningkatan sumber daya manusia. Bukan hanya mereka yang berada di destinasi. Juga SDM para penyelenggaran juga perlu ditingkatkan.

Bahwa dalam merayakan hari jadi tahun ini, yang diperlukan adalah komitmen bersama dalam mendukung arah pembangunan yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat.

Selamat ulang tahun Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb. Semoga karhutla segera berlalu. Dan akan tetap semangat menjalankan amanah dari seluruh masyarakat. (*/sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
Catatan Daeng Sikra