Nostalgia Pensiunan ASN Berau Di Warung Pojok, Cerita Rekam Jejak Pengabdian

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:50 WIB
REUNI: Para mantan ASN Pemkab Berau bertemu di Warung Kopi Pojok kemarin. (Dok pribadi)
REUNI: Para mantan ASN Pemkab Berau bertemu di Warung Kopi Pojok kemarin. (Dok pribadi)

PARA mantan? Iya kami para mantan yang dulu sama-sama bekerja di instansi. Juga yang bertugas di kantor Sekretariat Kabupaten.

Mantan yang sudah lama purna tugas, usia di atas 60 tahun. Ada yang dulu pejabat eselon dua. Ada yang purna tugas pada jabatan eselon tiga.

Siang kemarin itu, kumpul di Warung Pojok. Datang dengan kostum baju koko dan berkopiah.

Kami baru melayat di salah seorang mantan ASN di kantor PU wilayah, yang tinggal di Jalan Panglima Batur, kata Pak Andi Erson yang terakhir menjabat sebagai kepala Satpol PP.

Datang berlima. Ada Pak Fattah Hidayat, pernah bertugas sebagai Kepala Dinas Pertambangan. Ada yang pensiunan Dinas PUPR. Yang satu lagi, petinggi ASN Pak Ibnu Sina Asyari yang terkhair menjabat Sekkab Berau.

Ada yang purna tugas ketika Pak Makmur menjabat bupati. Ada yang pensiun disaat almarhum Muharram, memimpin Kabupaten Berau. Jadi sudah lumayan lama.

Rambut sudah sama-sama memutih. Tapi ingatan masih tajam terhadap cerita masa lalu. Cerita ketika mendapat tugas ke wilayah kecamatan.

Kami dulu pernah dapat tugas dari almarhum Pak Masdjuni, menyelesaikan konflik di Kecamatan Kelay, kata Pak Ibnu.

Persoalan sederhana, namun harus ditangani secara hati-hati. Khawatir pergeseran sosial berkembang.

Semua warga ku ajak ke Tanjung, kata Ibnu. Diinapkam di satu hotel. Dan setelah bernegosiasi, akhirnya persoalan bisa selesai dengan baik.

Banyak kilas balik kisah lama yang menghidupkan suasana pertemuan di Warung Pojok itu. Bercerita soal mantan Sekkab, Pak Syarwani Syukur yang masih tetap bugar di usianya yang 80 lebih.

Dan banyak lagi kisah-kisah lama. Bagaimana gaya kepemimpinan sejumlah pejabat. Bagaimana penampilan almarhum Sudirman, mantan Kadis Pariwisata yang selalu tampil rapi dan harus aroma parfumnya. Saya dulu pernah ditegur gara-gara baju tidak dimasukkan, kata Andi Erson.

Selebihnya, cerita kabar banyak teman yang sudah purna tugas, yang kini sedang dalam perawatan di rumah sakit. Dan cerita pertemuan berkala di markas besar para pensiunan di Jalan Murjani.

Warung kopi ini, bisa jadi penyemangat dalam hidup Daeng,.kata Pak Ibnu. Beliau tahu, kalau saya hampir tak pernah absen berada di Warung Pojok.

Sementara Pak Pattah Hidayat, hobinya main catur. Ada komunitas khusus yang selalu beradu strategi. Tempatnya di depan Masjid Asy Sahadah.

Lumayan lama kami berbincang. Rasanya perlu dijadwalkan sekali dalam sepekan bertemu, bisa saja di Warung Pojok. Bisa juga di warung kopi yang lain. Sebab kata Pak Ibnu, bertemu dan berbincang itu resep awet sehat.

Hanya saja, cuaca sekarang perlu diwaspadai. Terutama para pensiunan yang rata-rata berusia 60 tahun. Sudah tergolong lansia. Harus menjaga kesehatan, ungkap Andi Erson. (*/sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
Catatan Daeng Sikra