GAWAT. Karhutla masih berlangsung. Hujan tak kunjung turun. Perlahan tapi pasti, air asin kini merambah sungai.
Di media sosial menyebutkan, kalau air asin sudah mendekati Kampung Gurimbang. Kampung yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan Tanjung Redeb.
Ada dua fasilitas vital yang ada di kawasan itu. Ada pusat pegolahan air PDAM dan Pembangkit Litsrik Tenaga Uap.
Kalau benar-benar tingkat air laut melampaui batas ambang, tak menutup kemungkinan dua fasilitas itu akan terhenti beroperasi
Tidak salah bila manajemen PDAM mengingatkan pada seluruh pelanggannya, agar lebih bijak dalam menggunakan air. Bahkan ada yang menyarankan untuk menyediakan penampungan air. Untuk berjaga-jaga.
Kita tidak tahu, melihat perkembangan cuaca yang belum jelas kapan turunnya hujan, air laut bisa saja terus bergerak hingga ke Sungai Segah di Tanjung Redeb.
Memang, kata teman di Warung Pojok, masih terbantu dengan pergerakan pasang surut air sungai. Ketika air surut, air laut akan terbawa keluar hingga ke muara sungai. Saat air pasang, air laut datang lagi.
Semua tergantung kondisi air bakunya Daeng, kata teman. Namun kita berharap, jangan sampai kasus di tahun 80-an terulang kembali. Di mana air Sungai Segah jadi asin.
Sama situasinya yang terjadi di Samarinda pada saat itu. Banyak warga berbodong-bodong ke daerah Sungai Kunjang hanya untuk mandi.
Di Sungai Segah, ketika kemarau panjang dan air laut masuk hingga ke Tanjung Redeb, para pemancing mengaku senang.
Sebab, didapatkan ikan diketahui jenis yang hidup di laut. Dulu banyak warga yang dapat ikan putih, kata Asiang, pelanggan tetap Warung Pojok.
Situasi karhutla dan langkanya BBM jenis pertamax dan pertalite masih terus berlangsung. Asap pekat sejak pagi hingga malam hari menyelimuti kota Tanjung Redeb dan sekitarnya.
Banyak komunitas yang turun ke jalan membagikan masker. Tak bisa dihindari lagi. Bagi pengendara motor, tak ada pilihan.
Bila ingin sehat dan tak mau terserang ISPA, maka wajib memakai masker. Dinas Kesehatan menyebut, kasus ISPA sudah mencapai 3.400-an kasus.
Di tengah galaunya warga mendapatkan BBM, antrean panjang masih terlihat hampir di semua SPBU. Walaupun ada informasi kapal pengangkut BBM sudah merapat di Jober di Kampung Maluang dan segera mendistribusikan ke SPBU.
Belum tuntas, ada pengumuman naiknya harga BBM. Walau jenis pertalite dan pertamax termasuk aman. Namun jenis lainnya mengalami kenaikan harga.
Teman yang selama ini mengendarai jenis mobil yang menggunakan Dexlite, terpaksa memarkir kendaraannya. Nda sanggup beli minyak yang harganya mendekati angka Rp 25 ribu perl iter. Mana tahan bos, ungkapnya. (*/sam)
@daengsikra.id