Mencari Pasangan Ideal Bu Sari, Sosok Ketua NasDem Berau Mulai Dilirik

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:35 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

KETIKA Musda Partai Golkar Berau berakhir, ada terselip kalimat yang disampaikan ketua terpilih saat door stop dengan wartawan.

Saya menafsirkan kalimat pendek itu, bahwa Bu Sari setelah secara aklamasi terpilih sebagai ketua, ada tugas yang lebih besar lagi pada langkah berikutnya.

Apa itu? Bahwa menurut yang saya simak dari penjelasan itu, Bu Sari diberi tugas untuk tampil sebagai kandidat pada Pilkada Berau mendatang.

Makanya, hasil musda Partai Golkar di hotel Mercure, sekaligus mempertegas dirinya akan menjadi salah seorang calon dalam kontestasi pemilihan pemimpin di daerah .

Timbul banyak pertanyaan. Siapakah yang menjadi pasangan yang ideal, yang dapat diterima oleh sebagian besar warga di Kabupaten Berau?

Di Warung Pojok kemarin, berkembang diskusi terkait pendamping Bu Sari bila maju ke arena pilkada nanti.
Kalau memilih di antara pimpinan partai, ada dua nama yang bisa menjadi pasangan serasi. Yakni Ketua Partai Hanura, Agus Wahyudi dan Ketua Partai NasDem, Dedi Okto Nooryanto.

Tak mungkin menyandingkan dengan Ketua PPP Gamalis yang bila ingin tampil, maka wajib menjadi kandidat bupati.
Memang masih ada nama lain. Sebutlah Madri Pani, Daeng Iccang dari Partai Gerindra, ada Agus Uriansyah dari Partai Perindo. Mungkin dari PDI Perjuangan juga punya kader yang layak untuk tampil.

Dari tokoh masyarakat juga akan muncul banyak nama yang bisa menjadi penyeimbang antara politisi dan bukan politisi. Antara politisi dan mantan birokrasi. Sebutlah salah satu nama Taupan Madjid.

Saya cukup mengenal dekat dengan Bu Sari, termasuk Hadi Mustafa sang suami. Saya mengenal dekat dengan Dedi Okto, Ketua partai NasDem.

Saya mengenal dekat dengan hampir semua tokoh politik di daerah ini. Mereka semuanya adalah calon pemimpin di daerah yang mumpuni.

Dedi Okto itu anak Berau. Lahir dan dibesarkan di Bumi Batiwakkal. Walau sepak terjang di arena politik terbilang muda, namun kinerja sebagai ketua DPRD saat ini sudah bisa jadi ukuran.

Ya, Dedi Okto alias Dedet layak untuk tampil Daeng, begitu kata teman di Warung Pojok. Pun layak untuk mendampingi Bu Sari, tandem partai Golkar dan NasDem. Akan menjadi pasangan muda yang cerdas.

Waktu masih panjang akan terus bergulir. Ujar bubuhannya masih lawas. Tapi, urusan politik tak ada kata lawas. Dalam gambaran politik, selalu diibaratkan hari H adalah esok hari.

Siapa yang menemani Bu Sari juga masih punya waktu menimang-nimang. Ini urusan partai. Pucuk pimpinan juga punya andil besar dalam menentukan.

Makanya, dalam perjalanan waktu ke depan, tetap harus menjaga elektabilitas. Warung kopi adalah wadah survei yang paling akurat. Sangat paham pasangan yang serasi dan selaras.

Kita tunggu saja apa langkah ke depan. Bu Sari akan melapor dulu pada komandannya di Samarinda. Laporan hasil Musda. Setelah itu, akan ada petunjuk khusus. Apa petunjuknya, kita tunggu saja. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
Catatan Daeng Sikra