Penerbangan Pagi Terganggu Asap Tebal, Angkutan Bus Samarinda Jadi Pilihan Alternatif Warga

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

DUA hari lalu, apa yang dikhawatirkan masyarakat benar-benar terjadi. Salah satu maskapai yang terbang dari Surabaya tujuan Kalimarau, memilih tidak mendarat dan kembali ke Bandara Balikpapan.

Penyebabnya, tak lain semakin pekatnya asap di sekitar kawasan Bandara Kalimarau. Ini khusus penerbangan yang rencana tiba pagi, Daeng, kata teman saya yang sehar-hari meliput di Bandara Kalimarau. Jarak pandang hanya sekitar 1.500 meter.

Makanya, kata teman saya, penerbangan yang biasanya datang pagi diundur hingga jadwal siang hari. Ini tak lain, kepekatan asap di pagi hari. Sementara siang hari jarak pandang sudah mulai terbuka lebih dari 1.500 meter.

Saya tidak dapat informasi. Bagaimana penumpang yang batal mendarat dan mengalihkan tujuan bandara di Balikpapan. Apakah mereka tetap bertahan, atau memilih turun dan mncari alternatif jenis angkutan lain lain.

Penerbangan ini sangat bergantung pada jarak pandang landasan pacu bandara. Kalau tidak memungkinkan, pilot memilih untuk tidak mendaratkan pesawatnya demi keselamatan penerbangan.

Kondisi cuaca hingga kemarin belum banyak berubah. Walaupun di beberapa tempat yang menjadi lokasi kebakaran hutan dan lahan, sudah turun hujan. Mungkin ini hasil rekayasa cuaca, kata teman saya.

Saya berdiri di Tepian Sungai Segah kemarin sore, melihat kondisi air sungai yang berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Kebetulan surut, tapi kesibukan di sungai tidak terganggu.

Dengan semakin pekatnya asap di dalam Kota Tanjung Redeb, banyak warga memilih untuk mengenakan masker. Ini demi kesehatan.

Bubuhan kerabat Kesultanan Gunung Tabur, turun tangan membagi masker secara cuma-cuma pada pengguna kendaraan motor.

Pemandangan itu persis seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Bedanya, waktu itu mendekati tahun politik. Banyak partai yang turun ke jalan membagikan masker. Ada masker yang bergambar lambang partai. Pun ada juga yang menempatkan wajah politisi yang akan ikut kontestasi pemilihan legislatif.

Banyak peringatan yang dikeluarkan pemerintah kabupaten. Terutama kendaraan sungai dan laut. Pada situasi sekarang, hendaknya lebih memperhatikan keselamatan dalam perjalanan. Sebab, asap tebal bersamaan kondisinya dengan cuaca gelombang laut.

Warga sangat berharap agar sumber Karhutla segera teratasi. Baik secara alami dengan turunnya hujan maupun tim yang bekerja keras siang dan malam di lokasi.

Ada warga asal Labanan yang mengaku sedih. Kebun kelapa sawit yang baru ditanam tahun lalu, jadi rata dengan tanah. Lahan yang luasnya lima hektare itu ikut terbakar bersama tanaman kelapa sawitnya.

Dinas Perhubungan, dengan kondisi seperti sekarang memberi perhatian khusus terhadap pelayanan bus menuju Samarinda.

Ini alternatif angkutan umum, ketika kondisi Bandara Kalimarau terganggu oleh pekatnya asap dan tidak memungkinkan didarati pesawat. Maka, bus damri dan kendaraan lainnya jadi pilihan. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
kabut Pesawat batal mendarat Catatan Daeng Sikra karhutla