Ratusan Titik Panas Kepung Tanjung Redeb, Warga Mulai Diimbau Gunakan Masker Lindungi Diri

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:10 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

KESIANGAN. Iya, Pak Ibnu Sina, mantan Sekkab Berau, kesiangan datang di Warung Pojok. Dua hari lalu juga begitu.

Datang setelah jam sebelas. Saya masih di Warung Pojok siang itu. Ada juga beberapa wartawan yang memilih `berlindung` di warung menghindari panasnya sengatan matahari.

Seperti biasa, kami berbincang pada hal-hal yang ringan saja. Tak ada yang terlalu serius. Menunggu panggilan istri untuk dijemput, begitu kata Pak Ibnu.

Di antara wartawan yang ada itu, bertanya soal usia sekkab yang sekarang ini. Bagaimana ya kalau pilkada nanti, yang terpilih maunya sekkab yang baru?

Disitulah risiko jabatan yang dihadapi seorang pejabat setingkat sekkab, yang usianya masih terlalu muda. Tak ada pilihan lain, harus mencari tempat yang baru. Atau ke provinsi.

Saya hanya senyum-senyum. Beberapa tahun lalu, ketika sama-sama aktif sebagai ASN, ada petugas yang menjemput. Sekarang, pasca-jadi pensiunan, semua tugas diambil alih. Termasuk urusan menjemput istri.

Kami berpisah persis di jam 12.00. Bersamaan dengan masuknya telepon sang istri minta dijemput. Saya pun pulang ke rumah.

Sengaja melintas di Jalan Ahmad Yani. Mau melihat pemandangan sungai. Kondisi air tidak berubah. Mungkin kebetulan sedang air pasang. 

Yang beda, bahwa pandangan ke wilayah Sambaliung dan Gunung Tabur sudah mulai tampak samar-samar. Tertutup asap.

Kata teman, pemandangan yang lebih ekstrem itu pada pagi hari. Kabut asap nampak tebal. Ditambah lagi sudah ada bau tak sedap.
Sepertinya sudah harus menggunakan masker. Seperti situasi yang sama beberapa tahun lalu. Ini untuk menghindari serangan ISPA.

Dari lima pengendara motor yang melintas di Jalan Ahmad Yani, satu di antaranya sudah mengenakan masker. Mereka tentu sudah merasakan perubahan cuaca yang mengharuskan mengenakan masker.

Masalahnya sekarang, siapa yang mau memulai membagikan masker secara cuma-cuma pada warga yang sedang melakukan aktivitas di luar rumah?

Menurut teman di Warung Pojok, ini bukan tahun politik. Jadi jangan harap ada organisasi apalagi partai yang turun membagikan masker. Kita lihat, siapa tahu bupati yang akan turun langsung bagi-bagi masker, kata teman di Warung Pojok.

Dari perkembangan Karhutla kemarin, menurut data setidaknya ada  dua ratus tujuh puluh tujuh  titik panas yang `mengurung` kota Tanjung Redeb. Ini yang dikhawatirkan dampaknya. terutama dampak asap dari Karhutla tersebut.

Hingga menjelang sore, langit masih nampak biru, sebelum seluruhnya tertutup kabut asap. Penerbangan di Bandara Kalimarau juga masih cukup lancar. Jarak pandang belum menjadi hambatan pendaratan pesawat dari dan ke Bandara Kalimarau.

Sementara di laut, sudah diingatkan bahwa kondisi gelombang tinggi agar menjadi perhatian khusus kapal wisata yang akan menuju Pulau Maratua dan Pulau Derawan. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
Catatan Daeng Sikra