Dilema ASN Tak Sempat Sarapan, Razia Warung Kopi Picu Perubahan Kebiasaan Pagi

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:35 WIB
SUNYI: Sejak imbauan ASN dillarang ke warung pada jam kerja, tinggalah saya seorang diri. (DOK PRIBADI)
SUNYI: Sejak imbauan ASN dillarang ke warung pada jam kerja, tinggalah saya seorang diri. (DOK PRIBADI)

DAENG, apa bedanya teh susu racikan Warung Pojok dibanding teh susu buatan sendiri di rumah? Begitu pertanyaan teman saya.

Saya jujur menjawab, bahwa teh susu buatan saya lebih enak. Teh dan susu kental manis yang saya buat di rumah itu pilihan. Teh dan susu yang terbaik. Teh made in Sri Lanka.

Tapi, untuk diketahui saya sudah 30 tahun jadi pelanggan setia Warung Pojok. Artinya, teh susu buatan Warung Pojok lebih punya daya tarik. Lebih nyaman.

Di mana daya tariknya? Di suasananya. Suasana Warung Pojok dan suasana di rumah itu beda. Itu yang membuat banyak warga yang datang.

Gara-gara suasana yang mengasyikkan ini, banyak pelanggan yang keasyikan. Termasuk teman-teman ASN yang ikut menikmati asyiknya kopi susu sambil ngobrol.

Mungkin ada informasi, bahwa banyak ASN yang ke warung kopi atau warung makan setelah absen di kantor. Inilah yang disikapi, sehingga terbitlah imbauan agar pada saat jam kerja ASN tak boleh duduk di warung kopi.

Pantas belakangan Warung Kopi Pojok agak sepi pengunjung. Sepi dari para tamu berbaju dinas ASN. Biasanya tidak sesunyi itu.

Teman saya mengirimkan foto ada petugas Satpol PP, sedang melakukan pemeriksaan di salah satu rumah makan di Jalan H Isa III. Saya tahu, warung itu menjadi langgnan ASN untuk sarapan nasi kuning.

Mungkin saja gara-gara ada imbauan agar ASN tidak berada di warung kopi ataupun kafe disaat jam bekerja. Banyak yang sepi dari ASN.

Saya pernah berbincang dengan teman saya yang ASN tinggal di Teluk Bayur. Dia jujur mengaku berangkat ke kantor pagi-pagi tak sempat sarapan. Jangankan sarapan, minum kopi saja tak sempat.

Begitu juga teman yang domisili di Gunung Tabur, di mana bekerjanya di Tanjung Redeb. Padahal sudah bangun pagj, tetap saja tak sempat sarapan. Bisa jadi itulah sebab, mengapa mereka harus ke warung kopi atau warung nasi kuning.

Imbauan agar ASN tak berada di warung saat jam kerja sebetulnya sudah sejak lama. Saat itu pula Satpol PP melakukan tugas razia keliling warung kopi.

Ada banyak tempat jadi pilihan. Ada yang di Jalan Manggis, ada yang di halaman SM Tower. Ada yang di Jalan Durian III. Ada yang di tepian dan di Jalan Niaga, di mana Warung Pojok dan Warung Hokky berada.

Pengelola warung mengaku omzet ikut berkurang. Sebab, minum kopi hanya nikmat rasanya di warung antara jam 8 hingga jam 10 pagi.

Sebetulnya tidak sepenuhnya salah menikmati kopi di warung pada jam kerja. Sebab terkadang ada tugas di luar di mana warung kopi jadi ajang bertemunya.

Atau, barangkali sejak ada larangan itu, setiap kantor bisa menghadirkan kantin kantor atau dapur mini. Mereka tinggal menikmati di kantor sambil berbincang. Dan sambil membayangkan berada di Warung Muin.

Dulu, di kantor bupati, di halaman belakang itu ada kantin yang dikelola PKK dengan sistim prasmanan. Tidak tahu, apakah masih ada atau sudah lama bubar.

Mungkin saatnya belajar membuat teh atau kopi susu yang rasa warung. Sehingga tak lagi ke warung pada jam kerja. Hehe. (*/sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
Catatan Daeng Sikra