Kisah Kehangatan Lobi Bank, Tempat Pensiunan ASN Bernostalgia dan Menyanyikan Lagu Indonesia

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

BAGI ASN yang telah purna tugas, ada waktu yang bisa dijadikan tempat reuni. Walau jumlahnya tidak terlalu banyak.

Di mana Daeng  Salah satunya di Bankaltimtara. Memang setidaknya ada tiga tempat yang dijadikan para pensiunan mengambil gaji mereka.

Ada yang di Bankaltimtara. Ada di kantor Pos Indonesia. Ada pula melalui BRI. Semua layanan cepat. Mereka tahu, yang datang itu usianya di atas 60h tahun. Minggu pertama di awal bulan, di situlah saatnya.

Saya kebetulan terdaftar di Bankaltimtara. Sebetulnya ada cara mudah, yakni mengambil lewat ATM. Tapi saya lebih suka antre di lobi. Saya bahkan pernah menunggu urutan yang ke tujuh puluh. Sabar saja.

Kemarin itu, saya datang lagi ke kantor yang berhadapan dengan Lapangan Pemuda. Seperti biasa, petugas satpam yang ramah, menyambut dan memberikan nomor urut dari mesin khusus.

Saya ke teller mas, kata saya. Dengan sigap petugas Satpam itu memencet tombol hingga keluar kertas berukuran kecil. Lumayan menunggunya pak, kata dia.

Soal lama menunggu tak masalah. Di lobi itu saya jumpa teman lama yang dulu sama-sama bekerja di kantor perdagangan. Namanya Ahim. Aduh Pak, lawas bujur hanyar bedapat, kata dia sambil memeluk.

Kawalan kita di perdagangan dulu talla habis kaparais. Maksudnya, sudah tak ada lagi generasi yang dulu. Semua sudah pensiun.

Kantor perdagagan dulu itu, lokasinya kini ditempati kantor kelurahan di Jalan Murjani. Dulu bersebelahan dengan kantor Penerangan yang sekarang ditempati Dinas Perdagangan.

Kami berbincang lah. Mohon doa pak, tahun depan InsyaAllah saya berangkat haji, kata Ahim teman saya itu. Alhamdulillah, semoga sehat selalu hingga saat berangkat tiba, kata saya.

Dia tertawa ketika saya menyebut kalau ke kantor bank ini mengambil gaji. Kenapa tidak lewat ATM saja pak,ungkapnya.

Di situlah nikmatnya, bila datang sendiri ke bank antre dan berjumpa teman-teman lama. Rasanya kembali bersemangat. Apalagi saat bercerita masa-masa lalu, saat bekerja di kantor dengan status vertikal yang kegiatannya minim.

Perjalanan dinas ke Samarinda saja, belum tentu ada dalam sekali dalam setahun. Itulah suka dukanya. Tentu berbalas dengan situasi sekarang setelah dilebur jadi satu.

Asyik berbincang, tiba-tiba datang petugas satpam menegur. Pak bersiap dulu sebentar. Kita sama-sama mendengar lagu Indonesia Raya, kata petugas satpam itu.

Tak salah. Kebijakan mendengar lagu Indonesia Raya pada pukul sepuluh pagi, menjadi rutinitas membangkitkan rasa nasionalisme kita. Ada orang tua di sampiang saya yang ikut semangat menyanyi sambil meneteskan air mata.

Kata teman, hampir semua kantor bank pada jam 10.00 Wita mendengar lagu Indonesia Raya. Serentak seluruh Indonesia secara bersama-sama, katanya.

Pak, setelah dari kantor bank, apa ada rencana ke samping? Maksud teman saya itu, pihak bank bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menyediakan jasa pemeriksaan kesehatan khusus para pensiunan.

Ya rencana begitu. Mau cek tekanan, tapi kalau habis gajian ini tekanannya menurun, kata saya haha. Kecuali kolesterol atau asam urat.

Menariklah. Ada pemeriksaan gratis yang disediakan bank milik daerah itu. Biar semua para pensiunan yang tergabung dalam PWRI semua sehat. Tetap semangat walau usia tak muda lagi. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
pensiunan ASN Catatan Daeng Sikra