MASIH lama kompetisi pemilihan kepala daerah. Iya betul masih lawas. Masih tersisa tiga tahun lagi.
Tapi, di warung kopi kompetisi itu mulai dibicarakan. Seolah Pilkada tinggal hitungan minggu. Sudah ada prediksi figur yang ditaksir akan maju pada Pilkada nanti.
Belum muncul Daeng, kan masih tiga tahun lagi, kata seorang pengunjung Warung Pojok. Bujur pang masih lawas. Tapi mengesahkan soal Pilkada ini lain jua rasanya, tambahnya.
Padahal di Warung Pojok itu ada Madri Pani, mantan ketua DPRD Berau, yang kabarnya masih akan tampil. Bisa jadi tampil di Pilegnya dulu, baru naik tangga ke Pilkada.
Masalahnya, Madri Pani masih sangat populer di wilayah pemilihannya di Kampung Gurimbang dan sekitarnya. Waktu Pileg dulu, ia mampu meraih lima ribu suara. Lumbung suaranya di Sambaliung itu masih tetap dipelihara.
Bagaimana dengan Dedi Okto alias Dedet? Secara popularitas, dia sekarang menjabat ketua DPRD sekaligus ketua Partai NasDem. Peluangnya cukup besar untuk maju.
Figur Dedet itu menjadi idola dari gen Z atau para pemilih pemula. Seakan suara anak muda di Berau, terwakili dengan hadirnya Dedet di kursi ketua DPRD. Tinggal bagaimana memelihara konstituennya.
Terus, Ibu Syarifatul Sya'diah bagaimana Daeng? Dia perempuan berkarakter. Dia sekarang menjadi anggota DPRD di provinsi. Srikandi ini berjuang untuk kepentingan daerah pemilihannya.
Nama Syarifatul sering disebut-sebut hampir disemua warung kopi ketika berbincang soal kandidat pilkada nanti.
Dari kubu Partai Golkar sudah pasti akan mengusung Syarifatul Sya'diah. Kalau Dedet bergandengan dengan Syarifatul, jadi itu barang, kata Fery Bahagia.
Kandidat lainnya, tergantung bagaimana partainya. Partai Hanura misalnya, dengan terpilihnya ketua yang baru Agus Wahyudi, mungkin akan mendorong sang ketua untuk tampil.
Hanura tidak bisa dipandang sebelah mata. Ada tiga orang wakilnya di DPRD. Agus Wahyudi yang mantan Sekkab Berau itu mampu meraih simpati cukup besar terutama dikalagan ASN.
Nama dari partai lain seperti PKS belum lagi terdengar. Mereka masih harus menggodok siapa kader yang dianggap memenuhi syarat untuk maju. Bisa saja menampilkan Saiful Rakhman yang sekarang menjabat direktur PDAM. Atau ada nama lainnya.
Yang ditunggu sebetulnya adalah kandidat dari Partai Gerindra. Ada tiga kadernya di DPRD kabupaten. Ini modal kuat untuk mendapatkan kandidat mau di Pilkada nanti. Apakah sebagai bupati atau cukup wakil saja.
Ada nama Daeng Iccang, Ketua Partai Gerindra Berau Jakaria. Sementara PPP juga siap-siap mengusung Gamalis, untuk kembali tampil sebagai kandidat bupati.
Kita lihat saja nanti. Tiga tahun lagi adalah waktu yang tidak terasa. Semua partai sudah bersiap-siap. Dan yang tak punya naungan partai tapi cukup dikenal dan punya elektabilitas tinggi, bisa saja direkrut oleh partai tampil di Pilkada nanti. Sabar aee. (*/sam)
@daengsikra.id