TIBA-tiba ada berita yang mengejutkan. Ada buaya di Pulau Maratua. Korbannya seorang nelayan yang sedang mencari ikan di laut.
Saya berusaha cari tahu soal kebenaran kabar itu. Bujur Daeng, kata teman saya yang lagi liburan di Maratua. Lokasinya di Bohe Silian, kata teman saya itu lagi.
Di hari yang sama, ada acara yang cukup menyita perhatian, Maratua Musik Festival. Panggung musik yang kesekian kalinya digelar di tepi pantai Maratua.
Jadi, antara berita nelayan yang jadi korban digigit dan berita sekitar festival musik, menjadi top isu di akhir pekan ini.
Saya bersama komunitas Warung Pojok bertanya-tanya. Ternyata di pulau wisata itu ada juga buayanya ya? Padahal berpuluh tahun, baru kali ini saya mendengar kabar ada buaya di genangan air di Kampung Bohe Silian.
Kalau kabar itu benar. Ini tantangan bagi pemerintah kecamatan dan instansi terkait. Sebab, Maratua itu pulau yang jadi pusat kujungan wisatawan. Jangan sampai gara-gara berita munculnya buaya mengganggu kunjungan wisata.
Pasti masih ingat yang terjadi di Labuan Cermin, Kecamatan Bidukbiduk. Tidak memangsa warga. Tapi, buaya berukuran badan besar itu muncul di lokasi wisata Labuan Cermin. Lumayan juga bikin repot warga dan petugas.
Kembali ke soal festival musik yang sudah dilaksanakan kesekian kalinya itu. Banyak yang menyarankan untuk dievaluasi. Terutama lokasi penyelenggaraannya. Banyak yang mau datang, tapi lokasinya jauh dan fasilitas angkutan terbatas. Ongkosnya lumayan.
Selain itu, kapasitas tempat menginap di Maratua juga tidak banyak. Tidak mampu menampung tamu yang datang. Itukah targetnya?
Bagaimana pun, festival yang diawali dengan Musik Jazz Maratua, sudah cukup dikenal oleh pencinta musik di tanah air. Terutama jenis musik jazz. Target penontonnya sudah tercapai. Dan target penghasilan atau dampak di masyarakat juga perlu d hitung.
Ada yang menyarankan. Sebaiknya festival musik itu dilaksanaan bergiliran saja. Kalau tahun ini di Maratua, tahun depan bisa di pesisir pantai atau di Pulau Derawan.
Ada kelebihan bila digelar di pesisir pantai atau Bidukbiduk. Akses lebih mudah. Dan akan banyak pengunjung bisa menyaksikan. Baik lokal maupun dari luar daerah.
Begitu pun bila dilaksanakan di Pulau Derawan sarana penyeberangan ke Pulau Derawan lebih banyak dan jaraknya dekat. Serta fasilitas penginapan di Derawan cukup memadai daya tampungnya.
Jadi, tinggal menunggu hasil evaluasi. Apakah tetap di Maratua atau ada catatan untuk dilakukan secara bergiliran di lokasi wisata. Toh tujuan akhir kita, ingin memperkenalkan destinasi wisata di daerah. (sam)
@daengsikra.id