DI berbagai kesempatan, Bupati Berau, Sri Juniarsih sering bercerita soal keindahan bawah laut. Sungguh luar biasa. Tak ada tandingannya. Begitu kata Bupati dengan nada promosi.
Terumbu karang itulah jadi modal daya tarik wisatawan untuk datang menyelam. Jumlah spot selam di kawasan laut sekitar Derawan dan Maratua ada ratusan titik.
Dan, spot yang tak disamai oleh destinasi manapun di kawasan wisata bahari, adalah spot Baracuda Chanel. Di tempat ini pun seorang artis penyanyi Denada, pernah dibuat menangis dalam laut. Menangis di antara ribuan ikan baracuda.
Nah, di tempat inilah dalam dua pekan terakhir jadi perhatian. Ada kapal wisata LoB bernama SeiSee menghajar punggung terumbu karang tak jauh dari Baracuda Chanel. Gemparlah para pelaku wisata. Karang yang jadi kebanggaan, jadi porak poranda.
Saya ingat, dulu pernah juga terjadi kasus serupa. Puluan hektare karang rusak parah. Namun endingnya tidak jelas. Ganti rugi atas rusaknya lingkungan pun tidak. Kasusnya menguap begitu saja.
Khawatir terulang. Kemarin Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dan Wabup Berau, Gamalis, ke Pulau Derawan.
Kayaknya mau menelusuri kasus kapal wisata yang nabrak karang itu, daeng, kata Gamalis saat saya jumpa di dermaga wisata sebelum ke Pulau Derawan.
Mungkin kah kapal wisata SeiSea masih bisa membawa wisatawa ke laut sekitar Maratua? Kadisbudpar Yudha, meminta menunda buat sementara waktu.
Saya sedikit beda dengan Yudha. Saya mengusulkan blacklist kapal wisata itu dan dilarang melaut di sekitar Maratua dalam hitungan waktu yang lama.
Mengapa? Dampak dari kasus itu cukup besar. Bisa dibayangkan, butuh waktu berapa lama agar terumbu karang yang rusak itu bisa kembali pulih.
Aneh juga. Kalau disebutkan kapal itu berizin dan lengkap anak buah kapal serta nakhoda tentu hafal situasi laut Maratua. Kan ada petunjuk nauticanya?
Apa putusan akhir, kita masih menunggu hasil kunjungan dan investigasi Wagub Kaltim dan Wabup Berau. Akankah ada konsekuensi kerusakan lingkungan dengan denda atau putusan apa nantinya?
Setelah kapal wisata berhasil lolos dari kandasnya di pundak karang. Kini tinggallah karang kebanggaan. Karang keindahan. Karang yang menjadi daya tarik, wajahnya tak utuh lagi.
Dan, bukan hanya artis Denada yang menangis histeris di dasar laut. Kini, giliran terumbu karang yang menangis meratapi dirinya yang porak-poranda. (sam)
@daengsikra .id