JUMPA dengan Pak Makmur, mantan bupati dua periode, seperti membuka kenangan lama. Saya termasuk salah seorang anak buahnya yang cukup lama menemani.
Kemarin petang, saya ke Jalan Remaja di Samarinda. Di rumah pribadinya. Masih bisa menerima di sela sibuknya sebagai anggota DPRD provinsi yang belakangan tensinya cukup meninggi.
Naik apa dari Berau, Sik? Kata Pak Makmur. Dia memang memanggil saya dengan sebutan Sik. Kayak tidak akrab dengan memanggil Daeng. Hehe.
Lalu, kami cerita soal pariwisata. Untung dulu kita itu menggagas membangun Bandara Kalimarau, kata Makmur. Dengan begitu terbuka pintu gerbang wisata lewat udara. Itu awal dunia pariwisata di Berau terbuka luas.
Sekarang tinggal menata dan memajukan. Baik destinasi wisata kawasan laut Derawan dan sekitarnya pun dengan destinasi di wilayah pedalaman. Harus dipikirkan secara merata, tambahnya
Dengan dibukanya jalur darat melalui Kutai Timur dan tembus hingga ke wilayah pesisir (Bidukbiduk) akan memperpendek jarak tempuh. Wisatawan bisa tiba lebih awal di wilayah pesisir, termasuk hingga ke Pulau Kaniungan Besar.
Dia bercerita, pekan lalu liburan ke Pulau Maratua. Saya bermalam di resor milik Pak Gunawan (Green Nirvana). Selain melihat kesibukan melayani wisatawan asal Tiongkok, juga melihat bagaimana pengelolaan SPBU milik Gunawan itu.
Bersyukur Maratua bisa beroperasi satu unit SPBU, sehingga masyarakat tak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar. Termasuk ada fasilitas lapangan tenis, ungkapnya.
Partisipasi pekerja wisata, terutama pemilik resor dan homestay cukup terlihat dalam melengkapi berbagai fasilitas yang diperlukan sebagai satu pulau wisata yang baru berkembang dalam sepuluh tahun terakhir.
Sekarang bagaimana mengajak serta masyarakat dan UMKM untuk ikut hadir dalam proses pengembangan destinasi wisata, kata Makmur.
Khusus bicara jalur darat melalui wilayah Kutim, ini menjadi peluang besar dalam memajukan destinasi wisata di wilayah pesisir. Saya melihat setiap akhir tahun ada lonjakan kunjungan yang luar biasa jumlahnya, kata Makmur.
Bagi usaha jasa angkutan, jarak yang semakin dekat sangat membantu. Pun wisatawan bisa tiba di lokasi wisata lebih awal dan bisa langsung ke Labuan Cermin, tambahnya
Terakhir, bahwa memajukan pariwisata semua harus terlibat. Bukan hanya Disbudpar seorang diri. Apalagi sekarang bahwa anggaran akan semakin berkurang. Maka, yang diperlukan adalah kerja keras kita semua, imbuhnya. (sam)
@daengsikra.id