ADA mobil Holden Premier parkir di sisi jalan Pulau Derawan. Warnanya Hijau. Jenis kendaraan yang masuk kategori antik.
Itu mobil saya Daeng. Kendaraan buat jualan kopi, mobil yang satu dipakai istri dengan anak-anak jalan-jalan sore, kata penjual Gerobak Kopi.
Tidak bicara lagi. Saya hanya senyum-senyum. Membayangkan bagaimana perjuangan anak muda penyandang gelar strata satu. Dia sudsh melewati masa sulit kehidupan. Sudah masuk masa tenang menikmati dunianya.
Saya lalu tertarik dengan tulisan di bagian belakang bajunya. Singkat. Gerobak kopi Satu Dekade. Wow, waktu berjalan tidak terasa. Sudah sepuluh tahun jadi penghuni sisi jualan di tepi Sungai Segah.
Masih segar dalam ingatan saya, saat pertama kali anak muda tampil dengan konsep jualan kopinya dengan gerobak. Rasanya, waktu itu dialah pelopor jualan kopi di jalan. Dan, diabadikanlah namanya Gerobak Kopi.
Saat itulah, ada tongkrongan saya setiap pulang bekerja sepuluh tahun lalu itu. Kadang pesan susu milo es. Kadang kopi panas. Rasanya lebih nyaman dengan yang ditawarkan di kafe-kafe saat itu.
Konsep berjualan dengan gerobak, juga jadi daya tarik komunitas anak muda. Komunitas karyawan perusahaan sekelas Berau Coal yang usia muda belia dan cantik-cantik untuk datang.
Jualan bersama dua orang bersaudara lincah meformulasikan campuran dan takaran kopi. Sejak sore hingga jelang tengah malam. Begitulah rutinitasnya dalam satu dekade.
Sehat Daeng ya? Kami saling bercerita akrab. Katanya, saya termasuk salah seorang pelanggannya yang tak pernah lepas dalam ingatannya. Maklum, dia anak muda perantau.
Dulu, setiap akhir pekan, saya adalah tamu setianya. Sekarang, tetap setia tapi usia tak lagi masuk dalam urutan pelanggan kawula mudanya. Namun, pesanan saya tak pernah berubah. Milo susu es.
Dia bangga, bahwa Pemkab meningkatkan tampilan wajah tepian. Ini juga berkontribusi dalam memberi layanan pada pelanggannya. Terima kasih Pemkab sudah mempercantik wajah tepian Sungai Segah, ungkapnya.
Tak banyak yang tahu, sebagai seorang sarjana menciptakan lapangan kerja buat dia dan saudara-saudaranya. Gerobak kopi adalah motivator bergerak di sepanjang tepian Sungai Segah.
Rambutnya makin panjang. Sengaja dibiarkan tetap memanjang. Jadi cirinya. Saya tidak tahu, apa terobosan berikutnya setelah melewati satu dekade perjuangannya. Berjual di tepi Sungai Segah. (sam)
Editor : Nurismi