Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Peluang di Balik Tantangan: Rute Tarakan-Tanjung Batu Mulai Ramai, Solusi Cerdas Wisatawan Menuju Derawan

Nurismi • Jumat, 8 Mei 2026 | 18:40 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

UJAR Pak Gamalis (Wabup Berau), tak bisa diintervensi. Ini murni urusan bisnis maskapai penerbangan. Yang memutuskan berhenti sejenak terbang ke Bandara Kalimarau.

Situasi yang lebih tidak nyaman sebelumnya kan pernah dialami. Pesawat berbadan besar juga pernah tidak ada. Hanya karena ada peluang bisnis penerbangan sehingga membuka rute ke Kalimarau.

Masih beruntung ada maskapai Sriwijaya. Masih beruntung ada Batik Air. Ada Super Air Jet, walau kadang juga bikin kecewa pemakai jasa penerbangan.    

Situasi ini jadi peluang bagi penerbangan melalui Bandara Juwata di Tarakan. Khususnya dalam pelayanan angkutan udara pariwisata. Biro perjalanan sudah memahami situasi itu dan memberi pilihan terbang dari bandara lainnya.

Dan pilihan itu lewat Bandara Tarakan. Wisatawan dari Jakarta bisa menggunakan penerbangan langsung ke Tarakan. Begitu pun dengan penerbangan yang menggunakan maskapai Pelita Air.

Tiba sebelum siang, wisatawan domestik dan mancanegara bisa melanjutkan perjalanan dengan perahu cepat. Jarak tempuh tidak lebih dari tiga jam bisa tiba di Pulau Maratua.

Sebulan lalu, armada perahu cepat dari salah satu perusahaan yang sudah lama bergerak pada jasa angkutan sungai dan laut, membuka rute baru.

Salah satu rute yang dilirik, adalah Tarakan ke Berau dan Tarakan ke Tanjung Batu (Derawan). Ini menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan yang tidak bergantung pada penerbangan melalui Bandara Kalimarau.

Atau setidaknya dalam beberapa bulan ke depan, wisatawan akan pindah pilihan rute penerbangan yang bisa membawanya ke destinasi wisata di Berau.

Rute tradisional ini akan jadi pilihan. Bukan hanya bagi wisatawan, termasuk perjalanan warga tujuan Tarakan, tak perlu lagi melalui dermaga yang ada di Tanjung Selor (Bulungan).

Jadi tidak usah panik, ketika salah satu maskapai memutuskan untuk `tarik nafas` sejenak. Penyebabnya pada harga avtur yang tidak menguntungkan bagi operasional pesawat. Bukan karena tidak ada penumpang.

Seperti kata Pak Gamalis, sabar saja. Dan tetaplah semangat dalam bekerja. Pemkab pasti ikut berfikir keras dalam mengatasi persoalan ini. Bisa jadi akan ada kebijakan pemberian insentif bagi penerbangan menuju destinasi wisata. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Daeng Sikra