Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Fenomena Orca di Maratua: Pesona Baru Wisata Bahari Berau yang Perlu SOP Keamanan Ketat

Nurismi • Kamis, 7 Mei 2026 | 07:45 WIB
Daeng Sikra
Daeng Sikra

THE Killer Whale, judul film horor drama yang ceritanya dibuat M Anderson dan diangkat dalam satu cerita film layar lebar. Orca (The Killer Whale) Orca Sang Pembunuh.

Ceritanya sederhana. Bahwa ternyata Orca itu punya naluri dendam dan digambarkan dendamnya pada nelayan yang membunuh pasangan hidupnya yang lagi hamil. Dan, orca pun terus mencarinya.

Saya buat catatan soal orca, karena dalam sebulan terakhir kehadiran orca di laut Maratua menjadi satu daya tarik baru. Banyak wisatawan yang datang, selain menikmati keindahan bawah laut, juga ingin melihat dari dekat komunitas orca bermain.

Kemarin, di Warung Kopi Aming di Jalan Ahmad Yani, jumpa dengan Anshar. Dia bekerja di salah satu perusahaan tambang batu bara.

Ringkas kami cerita soal orca itu. Adakah SOP ketika mendekati orca, seperti SOP pada Whale Shark? Bagaimana pun, orca itu disebut Killer Whale.

Memang kata Ansar, belum pernah terdengar di laut bebas ada manusia jadi mangsa orca.

Menurutnya, orca memang hanya menyerang seperti ikan paus dan sejenis anjing laut di wilayah kutub. Khawatirnya, kalau-kalau orca melihat para penyelam di laut Maratua seperti anjing laut.

Bisa dibayangkan. Orca yang beratnya bisa mencapai 60 ton itu, menghantam manusia atau speed boat wisatawan.
Bagi diver yang sering terlihat mencari keberadaan orca, bila sudah jumpa harus atur jarak aman. Jangan nyebur hanya untuk melakukan selfie. Dan yang penting, matikan mesin perahu.

Dari catatan yang saya dapatkan. Tidak pernah terjadi kasus manusia jadi korban serangan orca di laut lepas. Beda yang pernah terjadi di seaword. Itu karena orca stres berada di kolam yang sempit.

Orca memang binatang pintar. Bisa membedakan mana manusia dan bukan. Khawatirnya ada kesalahan idenifikasi yang dilakukan orca, sehingga bisa menyerang manusia di air.

Moga saja kawanan orca yang biasa berkelompok hingga puluhan ekor itu tetap bertahan di laut sekitar Maratua. Akan menjadi catatan dunia wisata bahari. Bahwa Berau yang diawali dengan menetapnya hiu paus, kini ada tambahan satwa yang namanya orca.

Kata teman, orca itu mengikuti kondisi air laut. Dan bisa jadi, laut Maratua jadi tujuan perjalanan panjangnya, karena banyaknya plankton dan suhu air laut yang cocok bagi kelompok orca.

Bagi pekerja wisata maupun resor di Maratua, harusnya bisa memetakan alur perjalanan Orca di sekitar laut Maratua. Sehingga alur itu bisa disampaikan ke operator perahu cepat (speed boat). Untuk menghindari insiden terlukanya sang orca.

Sehingga tidak terjadi seperti di film The Killer Whale. Di mana orca terus mencari nelayan yang menabrak hingga mati pasangan hidupnya yang lagi hamil. (sam)@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Daeng Sikra