WAJAH baru Warkop Daeng Iccang (WDI). Ada sentuhan kenangan dari berbagai pernak pernik yang pernah ada. Dan WDI menyimpan kenangan itu buat dinikmati pelanggannya.
Sejak bertemu di Warung Kopi Phoenam di Makassar, Daeng Iccang sang pemilik warung, janji lanjut lagi diskusi di warungnya di Jalan H Isa III. WDI itu sudah lama ada. Sempat fakum. Kini hadir lagi dengan cita rasa yang baru.
Kemarin, sektar jam 14.00 wita, di tengah terik panas 37 derajat selsius, saya diundang Daeng Iccang mengujungi warkopnya.
Kita diskusi Daeng, kata Daeng Iccang. Kebetulan Deddy Okto, Ketua DPRD Berau juga ada usai kesibukan sidang paripurna di gedung dewan.
Datanglah saya. Di WDI itu, saya punya catatan kenangan sendiri. Warkop persis di tepi jalan raya itu dijadikan markas para wartawan. Waktu itu saya masih dipercaya sebagai juru bicara pemkab.
Maka, menjadi kewajiban, setelah jam kerja saya harus ke WDI. Untuk apa? Saya harus menyampaikan informasi terkini untuk berita para wartawan. Hal apa saja yang menjadi topik. Termasuk berita yang bisa bikin merah telinga.
Itu dulu. Dan kemarin, di sudut ruangan yang berbentuk L itu ada dua meja diisi penuh wartawan. Jumlahnya tidak sebanyak dulu. Mereka masih akrab. Mash saling tegur sapa. Walau tak bisa lagi jadi narasumber. Hehe.
Di meja yang lain, ada mantan anggota DPRD Jasmine Hambali. Ada Pak Waris anggota dewan dari Partai Demokrat. Waris dalam pekan ini pernyataannya bikin gempar.
Ada Dedi Okto, Ketua DPRD dari Partai NasDem dan tuan rumah Daeng Iccang dari Partai Gerindra.
Apa yang dibahas? Biasalah. Bagaimana pergolakan politik menjelang tahun 2029. Rasanya tidak lama lagi.
Ini baru benar-benar pertarungan. Semua wajah baru. Semangat baru. Punya peluang yang sama. Dan sekarag tanda-tanda itu kian tampak.
Dedi Okto, Ketua DPRD yang masih usia muda memang banyak yang berharap tampil kelak. Walau itu sangat bergantung dari keputusan partai.
Dari hasil survei, Dedet diibaratkan sebagai pemegang joker. Andai pesta berlangsung besok, maka Dedi Okto lah pemenangnya.
Dari diskusi sambil menikmati singkong goreng dan pisang peppe, Dedi Okto sepertinya tak ada pilihan lain. Wajib tampil sebagai kandidat pada pesta demokrasi nanti.
Soal siapa yang menemaninya, itu urusan nanti. Ada sejumlah nama yang mulai disebut-sebut. Ada nama Syarifatul Sadiah (Golkar), ada nama yang kataya bakal diusung PKS. Pun ada nama Gamalis (PPP) yang kabarnya masih punya semangat tinggi tampil sebagai calon bupati.
Masih lama waktunya Daeng, kata Jasmine Hambali. Bagi saya itu tidak lama lagi. Harus jadi bahan diskusi setiap kesempatan bertemu.
WDI nampaknya akan banyak menyimpan kenangan bagi penikmat kopi. Akan banyak menyimpan kenangan bagi mereka yang datang buat merenung. Dan, WDI akan menjadi pusat pusaran politik di Kabupaten Berau.
Bagi saya, WDI menjadi titik awal menuju tahun 2029. Dedi Okto mulai bicara. Entah siapa selanjutnya. (sam)
@daengsikra.id