Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Diskusi Hangat di Warkop Phoenam:Nasib PLTU IPB Terancam Jika Listrik Sistem Mahakam Masuk Berau?

Nurismi • Jumat, 17 April 2026 | 21:05 WIB
SANTAI: Diskusi ringan penulis di Warkop Phoenam Makassar bersama Ichsan Rapi dan Vitalis yang melakukan kunjungan kerja ke Makassar, kemarin. (DOK PRIBADI)
SANTAI: Diskusi ringan penulis di Warkop Phoenam Makassar bersama Ichsan Rapi dan Vitalis yang melakukan kunjungan kerja ke Makassar, kemarin. (DOK PRIBADI)

BUJUR jar Pak Makmur HAPK, mantan bupati Berau dua periode yang kini jadi anggota DPRD Kaltim dari Partai Gerindra. Dalam sepekan ini, beliau menyoroti soal keberadaan perusaaan daerah (Perusda).

Intinya, Makmur melihat Pemkab harus realistis. Di tengah situasi keuangan seperti sekarang, harusnya kehadiran perusda yang dianggap membebani keuangan daerah dihapus saja.

Dulu kata Pak Makmur, salah satu Perusda karena dianggap tidak produtif dan justru hanya membebani, perusdanya tidak diaktifkan. Sekarang, perusda yang dulu ditutup dibuka lagi. Hanya membebani keuangan daerah.

Itu salah satu jadi topik pembicaraan dengan Ichsan Rapi (Daeng Iccang) dan Vitalis (Hanura), saat jumpa di Warung Kopi Phoenam di Jalan Boulevard Makassar. Ini pertemuan yang tidak direncanakan.

Kemarin itu, Daeng Iccang mengajak minum kopi yang legend itu. Mereka sudah sejak pagi berada di warung, juga ikut serta mantan anggota DPRD Berau dari PKS Jasmine Hambali. Kami kunjungan kerja ke DPRD Sulawesi Selatan daeng, kata Ichsan Rapi.

Maka, berkembanglah diskusi dari apa yang pernah diutarakan  Pak Makmur, soal posisi perusda di Berau. Dalam situasi seperti sekarang, bupati harus berani mengambil sikap, kata vVitalis. Ini ditujukan pada perusda yang dalam dua tahun belum mampu memberi kontribusi.

Belum lagi perusda lainnya, seperti PT Indo Pusaka Berau (IPB) yang mengelola kelistrikan. Kalau nanti pasokan listrik dari sistem Mahakam masuk ke Berau, bagaimana nasib PLTU IPB.

Ini harus dipikirkan sejak sekarang, ungkap Ichsan. Apalagi kabarnya, IPB masih terikat beban dengan pihak lain terkait penggunaan bahan bakar batu bara.

Warkop Phoenam jadi ramai. Sebab, dari sekian meja yang ada, semua dalam posisi diskusi dengan volume suara yang lumayan kencang. Maklum, ini Makassar wal, kata saya.

Diskusi sambil ngopi di luar jaringan udara Berau cukup seru. Apalagi ketika diskusi bergeser ke urusan politik menjelang tahun 2029. Semua anggota partai punya peluang. Termasuk peluangnya Daeng Iccang untuk tampil.

Dia dari partai penguasa. Gandeng dengan partai Golkar saja, gaungnya bisa jadi lain, kata saya. Bisa mengubah peta kekuatan.

Masalahnya, tahun 2029 itu semua semangat baru. Tak ada petahana. Termasuk Gamalis bila ingin kembali maju. Kira-kira bergandengan dengan siapa?

Banyak kader, kata Jasmine Hambali. Dari PKS maupun NasDem akan punya kandidat. Partai Golkar dam Gerindra pun demikian. Hanura dan PDIP, bisa saja mengusung calonnya yang baru. Akan ramai situsi Pilkada nanti Daeng, kata Jasmine. (sam)
@daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Daeng Sikra