BERAU POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat akses layanan administrasi kependudukan (adminduk) hingga ke wilayah kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan.
Upaya tersebut dilakukan melalui dukungan peralatan perekaman KTP elektronik (KTP-el) serta penguatan jaringan internet untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalimantan Timur, Kasmawati, mengatakan, pemerataan akses layanan kependudukan menjadi salah satu perhatian pemerintah provinsi.
Masyarakat yang berada di wilayah pelosok diharapkan tetap dapat memperoleh layanan administrasi kependudukan tanpa harus datang ke pusat kabupaten.
“Kemudahan akses bagi masyarakat kami harap sampai ke pelosok, dapat kemudahan akses kependudukan. Pemprov selalu mendukung,” katanya, Rabu (30/9).
Pemprov Kaltim juga akan memberikan hibah peralatan perekaman KTP elektronik kepada 10 kabupaten dan kota. Salah satunya kepada Berau.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengatakan dari total 13 kecamatan di Berau, terdapat empat kecamatan yang berada di kawasan perkotaan dan sembilan kecamatan yang tergolong jauh. Untuk memperluas jangkauan layanan, peralatan perekaman KTP-el telah ditempatkan di semua kecamatan, termasuk wilayah Maratua hingga Kelay.
Namun, kondisi peralatan yang tersedia belum seluruhnya baru. Sebagian kecamatan masih menggunakan perangkat lama, sementara perangkat lainnya sudah diperbarui.
“Contohnya alat perekaman itu sama alat cetaknya. Ada yang alat perekamannya baru, alat cetaknya masih lama. Ada yang alat perekamannya lama, alat cetaknya baru,” jelasnya.
Dengan adanya hibah dari Pemprov Kaltim, Disdukcapil Berau akan menempatkan perangkat perekaman baru di salah satu kecamatan yang masih menggunakan peralatan lama. Penempatan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.
Selain peralatan perekaman KTP-el, penguatan layanan juga dilakukan melalui dukungan jaringan internet. Baru-baru ini, Disdukcapil Berau menerima bantuan satu perangkat Starlink dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung layanan di daerah yang menghadapi kendala jaringan.
Berau merupakan salah satu dari tiga kabupaten yang menerima dukungan perangkat tersebut. Bantuan itu mencakup perangkat Starlink beserta baterainya dan diberikan dalam skema pinjam pakai. Pembiayaan perangkat, termasuk layanan dan penyediaannya, ditanggung oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).
“Starlink-nya alhamdulillah kemarin sudah datang, termasuk baterainya,” ujarnya.
Perangkat tersebut saat ini telah dipasang di lantai satu kantor Disdukcapil Berau untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Salah satu pemanfaatannya adalah membantu aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), termasuk layanan administrasi kependudukan lainnya yang membutuhkan koneksi internet.
Secara keseluruhan, Disdukcapil Berau kini memiliki tiga perangkat Starlink. Satu perangkat merupakan bantuan dari Ditjen Dukcapil, sedangkan dua perangkat lainnya merupakan milik Disdukcapil Berau.
Ketiga perangkat tersebut digunakan untuk mendukung operasional layanan. Dua perangkat diarahkan untuk menunjang pelayanan publik, sedangkan satu lainnya digunakan untuk mendukung kebutuhan pegawai dalam menjalankan pelayanan administrasi kependudukan.
Pihaknya juga menyiapkan salah satu perangkat untuk mendukung layanan jemput bola. Perangkat tersebut akan digunakan ketika petugas turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah yang membutuhkan.
Dijelaskan, perangkat yang dimiliki memiliki karakter penggunaan berbeda, termasuk perangkat yang bersifat statis dan perangkat yang dapat digunakan untuk kebutuhan layanan bergerak.
“Saat tidak digunakan dalam kegiatan pelayanan di luar kantor, seluruh perangkat saat ini ditempatkan di kantor Disdukcapil Berau,” ungkapnya.
Penguatan sarana tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran pelayanan administrasi kependudukan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang menghadapi keterbatasan jaringan internet. (aja/hmd)
Editor : Nurismi