BERAU POST — Rencana pembangunan Berau Creative Hub, terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang bagi pelajar, komunitas kreatif, hingga pelaku UMKM untuk mengembangkan karya dan kegiatan ekonomi kreatif.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso, mengatakan, Berau Creative Hub sebelumnya telah masuk dalam prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kini, Disbudpar Berau tengah menyiapkan kebutuhan tambahan sebelum pembangunan fisiknya dilakukan, mulai dari penentuan lokasi hingga konsep pengelolaan fasilitas.
Dijelaskan Yudha, pengembangan ekonomi kreatif perlu diarahkan pada kegiatan yang dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Anak muda dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian yang turut diperhatikan dalam penyusunan program tersebut,” beberapa waktu lalu.
Konsep awal yang disusun melalui Bidang Bina Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menempatkan Creative Hub sebagai ruang kolaborasi.
Sejumlah fasilitas yang direncanakan antara lain studio foto dan video, ruang produksi konten digital, ruang rekaman, ruang workshop, ruang inkubasi bisnis, serta area untuk memamerkan produk dan karya lokal.
Fasilitas tersebut nantinya ditujukan untuk mendukung kegiatan pelajar tingkat SMP dan SMA, komunitas kreatif, serta pelaku UMKM.
Dengan tersedianya ruang dan peralatan yang sesuai, kegiatan produksi maupun pengembangan usaha diharapkan dapat dilakukan dalam satu tempat.
Untuk lokasi, Disbudpar masih berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Berau.
“Kawasan pusat kota menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena aksesnya relatif mudah bagi masyarakat dan pelajar,” terangnya.
Sementara, pembangunan fisik nantinya menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau. Pihaknya hanya akan menangani aspek yang berkaitan dengan operasional Creative Hub, termasuk penyiapan sumber daya manusia (SDM) dan program pelatihan bagi pelaku ekonomi kreatif.
Pum pembangunan fasilitas tersebut perlu diikuti dengan kesiapan pengelolaan dan sumber daya manusia. Dengan begitu, Creative Hub tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkegiatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan keterampilan dan usaha di sektor ekonomi kreatif.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Disbudpar mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di Berau dengan melibatkan anak muda, komunitas, dan pelaku usaha lokal.
Sebelumnya, Kabid Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Berau, Nurjatiah mengatakan, Creative Hub sebagai pusat aktivitas 17 sub sektor ekonomi kreatif (ekraf) yang berkembang di Bumi Batiwakkal.
Ada tiga subsektor unggulan yakni wastra dan kriya, kuliner, serta seni pertunjukan. Sementara tiga subsektor potensial meliputi fotografi, video, film, musik, dan aplikasi.
"Kalau semua sub sektor ekraf mendapat wadah, seperti creativehub, hasilnya tentu akan sangat luar biasa,” katanya.
Ide membangun Creative Hub bukan hanya soal menyediakan tempat, tetapi menciptakan ruang bagi semua bentuk kreativitas untuk tumbuh bersama.
Pembangunan gedung Creative Hub saat ini masih dalam tahap penyusunan rencana. Di sisi lain, Disbudpar juga mulai melakukan sosialisasi mengenai pengembangan ekonomi kreatif, yang menurutnya, sudah mulai terlihat tumbuh di berbagai subsektor di Berau. (aja/hmd)
Editor : Nurismi