BERAU POST– DPRD Berau menggelar rapat paripurna istimewa untuk memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-216 Kota Tanjung Redeb, Senin (14/9).
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan, peringatan hari jadi daerah seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, melainkan penting untuk introspeksi dalam menghadapi perubahan dan dinamika yang terus terjadi.
Dedy juga mengingatkan peran Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur dalam sejarah Kabupaten Berau.
Kedua kesultanan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam perjalanan daerah, termasuk perjuangan melawan penjajahan.
DPRD Berau katanya, akan terus mendorong seluruh pihak memperkuat persatuan dan kebersamaan untuk mewujudkan masyarakat Berau yang maju, sejahtera, unggul, dan berdaya saing.
Hal itu sejalan dengan tema peringatan tahun ini yakni “SDM Berdaya, Budaya Terjaga, Ekonomi Lestari, Berau Sejahtera”.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mempertahankan kondisi Berau yang aman dan kondusif.
Pun dirinya turut menyoroti persoalan kekeringan dan kabut asap akibat fenomena El Nino. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan nyata, karena berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media dinilai diperlukan.
Pemerintah didorong mengoptimalkan satuan tugas penanggulangan bencana, mempercepat penanganan titik api, mengerahkan pelayanan kesehatan, serta memastikan ketersediaan air bersih dan pangan.
“Masyarakat juga diimbau menghentikan pembukaan lahan dengan cara membakar, menghemat penggunaan air, dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” pintanya.
Dukungan perusahaan melalui pengerahan armada pemadam kebakaran dan bantuan CSR juga sangat dibutuhkan.
Sementara akademisi diharapkan memberikan kontribusi berupa riset dan teknologi untuk mitigasi kekeringan serta penanganan dampak lingkungan. Media juga memiliki peran dalam menyampaikan informasi yang mengedukasi masyarakat.
Selain itu, Ia menilai peringatan hari jadi menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi pencapaian visi dan misi pembangunan daerah. Kondisi fiskal yang menuntut efisiensi anggaran menurut dia, tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan.
“Efisiensi justru harus mendorong pemerintah bekerja lebih tepat sasaran dan menghasilkan program yang berdampak,” terangnya.
Karena itu, evaluasi terhadap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) perlu dilakukan secara berkelanjutan, agar program tetap sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Program tersebut antara lain berkaitan dengan pemenuhan infrastruktur dasar, pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
Sementara Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan, bertambahnya usia Kabupaten Berau harus menjadi momentum untuk terus bergerak menuju daerah yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur, dan sejahtera.
Ia mengajak masyarakat memaknai kecintaan terhadap Berau bukan hanya melalui kebanggaan terhadap kekayaan alam, tetapi juga dengan saling mendukung ketika menghadapi persoalan.
“Berau adalah rumah kita bersama, maka mari kita jaga bersama,” katanya.
Sri menyampaikan, selama 73 tahun Kabupaten Berau terus bergerak maju. Pemerintah daerah berupaya menjalankan mandat sebagai penyelenggara negara, sekaligus pelayan masyarakat melalui program kerja dan aspirasi yang disampaikan melalui DPRD.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Berau yang selama ini mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan.
Tahun 2026 menjadi tahun kedua periode kedua kepemimpinan Sri Juniarsih. Ia bersama Wakil Bupati Berau Gamalis memulai periode 2025-2030 setelah dilantik pada 15 April 2025.
Pemerintah Kabupaten Berau menetapkan visi “Mewujudkan Berau yang Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera”.
Visi itu dijabarkan melalui enam misi yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial, penguatan tata kelola pemerintahan, percepatan dan pemerataan pembangunan, pengembangan ekonomi kreatif dan inovatif, serta penguatan sektor pariwisata dan UMKM.
Ditegaskan arah pembangunan Kabupaten Berau lima tahun ke depan, dengan peningkatan kualitas masyarakat, pengurangan kemiskinan, pemerataan pembangunan, serta penguatan ekonomi sebagai bagian dari agenda utama pemerintah daerah. (adv/aja/sam)
Editor : Nurismi