Fokus Kembangkan Pariwisata dan UMKM, Kabupaten Berau Siapkan Transisi Ekonomi Berkelanjutan

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 07:25 WIB
PERKUAT PARIWISATA: Pemkab Berau fokus kembangkan potensi wisata yang ada, serta didukung nomenklatur kuat dari pemerintah pusat. (BERAU POST)
PERKUAT PARIWISATA: Pemkab Berau fokus kembangkan potensi wisata yang ada, serta didukung nomenklatur kuat dari pemerintah pusat. (BERAU POST)

BERAU POST – Kabupaten Berau terus memperkuat sektor pariwisata, sebagai salah satu sektor potensial dalam mendukung transformasi ekonomi daerah.

Pengembangannya diarahkan berjalan beriringan dengan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, arah pembangunan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 yang menetapkan Berau sebagai daerah pengembangan kawasan pariwisata.

“Berau didorong untuk fokus pada sektor pariwisata, ekraf dan UMKM yang diiringi pengembangan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan,” ujarnya.

Penguatan sektor-sektor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong transisi ekonomi dari ketergantungan terhadap industri pertambangan menuju sektor potensial yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Pada awal 2026, Berau juga meraih Arindama di bidang Kelautan dan Perikanan serta bidang Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Penghargaan tersebut dinilai menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sri menyebut pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada destinasi, tetapi juga pada produk budaya dan ekonomi kreatif yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satunya melalui peluncuran Batik Derawan Maratua pada Juli 2026 di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Ikatan Pecinta Batik Nusantara, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Danantara, dan LPDP.

“Alhamdulillah, peluncuran Batik Derawan Maratua mendapatkan respons sangat baik dari para pemerhati budaya,” katanya.

Ia juga menyebut produk khas Berau mendapat respons positif dalam berbagai pameran wastra dan kriya Nusantara. Produk-produk tersebut bahkan disebut diminati pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Menurut Sri, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan alam dan budaya Berau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi daerah.

“Ini menjadi pemacu semangat kita untuk bertransisi dari industri pertambangan ke pemajuan sektor-sektor potensial berkelanjutan,” pungkasnya. (sen/adv/arp) 

Editor : Nurismi
transisi ekonomi non tambang pemkab berau