BERAU POST – Alih fungsi lahan pertanian menjadi salah satu tantangan dalam menjaga pengembangan komoditas jagung di Berau.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah menyiapkan dukungan bagi petani melalui program bantuan benih yang akan dilakukan secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, melalui Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian, Wono Nugroho, mengatakan, program bantuan benih itu menjadi salah satu upaya DTPHP Berau untuk menjaga keberlangsungan produksi jagung.
“Lahan yang masih tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga komoditas tersebut tetap memiliki ruang untuk berkembang,” terangnya kemarin (10/9).
Dijelaskan, pengembangan jagung membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, komoditas tersebut perlu kembali didorong agar kegiatan pertanian jagung di Berau semakin bergairah.
Bantuan benih bukan hanya diarahkan untuk mendongkrak produksi dalam waktu singkat. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong petani mengembangkan usaha tani secara berkelanjutan.
Ketersediaan benih yang berkualitas diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas lahan yang dikelola.
Hal ini menjadi penting di tengah berkurangnya lahan pertanian, agar lahan yang tersisa tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Selain meningkatkan produktivitas, pengembangan usaha tani juga diharapkan memberikan dampak terhadap pendapatan petani,” harapnya.
Namun, program bantuan benih tetap membutuhkan pengelolaan yang tepat. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Lanjutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada bantuan yang diberikan pemerintah.
Pengelolaan di tingkat petani juga menjadi bagian penting, agar dukungan tersebut dapat memberikan hasil sesuai tujuan.
Pengembangan jagung juga diharapkan bisa ikut menjaga ketahanan pangan di Berau. Dengan produksi yang terus berjalan, kebutuhan pangan masyarakat dapat lebih terbantu.
Penguatan sektor pertanian jagung perlu dilakukan dengan dukungan dari semua lini. Pemerintah memberikan dukungan melalui program yang disiapkan, sementara petani berperan dalam mengelola lahan dan mengembangkan usaha pertanian di lapangan.
Di tengah perubahan penggunaan lahan, peningkatan produktivitas juga bisa menjaga produksi. Dengan lahan yang semakin terbatas, hasil yang diperoleh dari lahan yang masih eksisting menjadi semakin penting.
“Program bantuan benih juga diharapkan dapat memberikan dorongan bagi petani untuk kembali menekuni pengembangan jagung,” ucapnya.
Pihaknya berharap komoditas tersebut dapat kembali bergairah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Apalagi dukungan yang diberikan tidak sebatas mengejar hasil produksi.
Pengembangan pertanian juga diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi petani, sekaligus mendorong kegiatan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Produksi jagung ke depan diharapkan bisa berkembang meskipun banyak alih fungsi lahan pertanian,” harapnya.
Sebelumnya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau mulai menyalurkan bantuan benih jagung hibrida kepada kelompok tani yang tersebar di 57 kampung.
Penyaluran bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut telah dimulai sejak 20 Mei 2026.
Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian DTPHP Berau, Wono Nugroho, menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa benih jagung hibrida yang dinilai memiliki potensi hasil lebih tinggi dibandingkan benih jagung jenis lainnya.
Program tersebut menyasar total luasan lahan sekitar 1.569 hektare di berbagai wilayah Kabupaten Berau.
Menurutnya, penggunaan benih jagung hibrida menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu tanaman pangan strategis.
“Keunggulan jagung hibrida ini memang pada potensi hasilnya yang lebih tinggi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani di Berau,” ujarnya, Rabu (3/6).
Dijelaskan, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap kepada kelompok-kelompok tani penerima yang telah terdata.
Selain bantuan benih, petani juga akan mendapatkan pendampingan dalam proses budidaya agar hasil produksi yang diperoleh dapat lebih optimal.
Keberhasilan program peningkatan produksi jagung tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih yang digunakan.
Sejumlah faktor eksternal juga turut memengaruhi hasil panen, di antaranya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) serta kondisi cuaca selama masa tanam hingga panen.
Dengan adanya bantuan benih hibrida tersebut, DTPHP Berau berharap produksi jagung daerah dapat mengalami peningkatan dibandingkan musim tanam sebelumnya.
“Harapannya tentu produksi jagung di Berau bisa meningkat. Selama tidak ada serangan hama penyakit dan tidak terjadi kekeringan, semoga hasilnya bisa optimal,” katanya. (adv/aja/sam)
Editor : Nurismi