Jadi Komoditas Paling Laris, Penjualan Minyak Goreng Murah Berau Capai Ribuan Liter

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:00 WIB
ILUSTRASI: Minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak dibeli masyarakat dalam pelaksanaan GPM di Berau. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak dibeli masyarakat dalam pelaksanaan GPM di Berau. (IZZA/BP)

BERAU POST — Minyak goreng (Migor) menjadi komoditasyang paling banyak dibeli masyarakat dalampelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pangan Berau.

Sepanjang Februari hingga Agustus, GPM telah digelar sebanyak 17 kali dengan total penjualan minyak goreng mencapai 4.574 liter.

Sekretaris Dinas Pangan Berau, Dewi Rosita, mengatakan pelaksanaan GPM dilakukan dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari minyak goreng, beras, gula, telur ayam hingga daging sapi.

“Minyak goreng yang paling laku,” katanya belum lama ini.

Berdasarkan catatan Dinas Pangan Berau, minyak goreng yang terjual selama pelaksanaan GPM mencapai 4.574 liter. Komoditas tersebut disuplai dari Bulog dengan merk Minyakita yang dijual dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (BPN).

Harga Minyakita ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter. Dalam penjualannya, minyak goreng dikemas dalam ukuran dua liter dengan harga Rp 31.400 per bungkus.

Selain minyak goreng, beras juga menjadi salah satu komoditas yang cukup banyak terserap dalam kegiatan GPM. Beras SPHP tercatat terjual sebanyak 7.405 kilogram. Sementara beras premium yang tersedia dalam kegiatan tersebut mencapai 1.475 kilogram.

Dinas Pangan juga menyediakan gula putih dengan total penjualan mencapai 1.527 kilogram. Untuk telur sudah terjual sebanyak 830 piring. Penyediaan telur tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Perusda Bhakti Praja yang memiliki unit usaha peternakan ayam petelur.

Sementara itu, penjualan daging sapi selama pelaksanaan GPM tercatat mencapai 355 kilogram.

Selain komoditas yang umum tersedia dalam GPM, Dinas Pangan Berau juga sesekali menyediakan beras lokal. Namun, ketersediaannya bergantung pada pasokan yang ada dari petani atau daerah penghasil.

“Karena sedang musim puso jadi banyak petani yang gagal panen, saat ini tidak banyak yang menitipkan beras di Kantor Dinas Pangan,” ucapnya.

Terakhir beras lokal yang tersedia hanya sebanyak 15 kilogram dan berasal dari Kampung Tasuk. Sebelumnya, beras lokal juga pernah didatangkan dari Kampung Semurut dan Kampung Labanan.

Di luar pelaksanaan GPM, Dinas Pangan Berau juga membuka Toko Tani yang berada di Kantor Dinas Pangan. Sehingga, masyarakat dapat membeli beras SPHP langsung ke Kantor Dinas Pangan Berau untuk membeli. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
pasar murah Dinas Pangan Berau minyak goreng