Tingkatkan SDM Wisata, Disbudpar Berau Pacu Penguasaan Bahasa Asing Gandeng Mitra Kolaborasi

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:17 WIB
PENINGKATAN SDM: Pemkab Berau terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM di wilayah pariwisata, khususnya kemampuan berbahasa asing. (SENO/BP)
PENINGKATAN SDM: Pemkab Berau terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM di wilayah pariwisata, khususnya kemampuan berbahasa asing. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya dalam kemampuan berbahasa asing.

Penguasaan bahasa asing dinilai semakin penting seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke sejumlah destinasi unggulan Berau.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengatakan peningkatan kemampuan bahasa asing tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah daerah, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Upaya peningkatan SDM untuk kemampuan bahasa asing tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu upaya tersebut dilakukan melalui keberadaan organisasi maupun yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan bahasa Inggris.

Salah satunya Yayasan Yakobi yang tengah membangun basecamp di Maratua untuk mendukung kegiatan pelatihan bahasa Inggris.

Selain itu, di Kampung Teluk Harapan juga terdapat Yayasan Kalasahan yang memberikan pendidikan kepada anak-anak di Maratua.

Menurut Samsiah, keberadaan berbagai lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal.

“Kita kolaboratif saja dengan berbagai pihak,” katanya.

Disbudpar juga melihat adanya perhatian dari sejumlah organisasi, seperti WWF dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), yang turut menjalankan program peningkatan kapasitas masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena program peningkatan SDM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Samsiah menyebutkan, khusus tahun ini Disbudpar tidak memiliki program khusus yang dilaksanakan secara langsung untuk pelatihan bahasa Inggris.

Namun, pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan serupa pernah dilakukan oleh tim Disbudpar dengan menggandeng pihak ketiga.

“Biasanya kita kerja sama dengan pihak ketiga,” jelasnya.

Menurutnya, peluang kerja sama tetap terbuka apabila terdapat pihak yang memiliki dukungan anggaran untuk peningkatan kapasitas SDM.

Selain itu, UPTD Disbudpar di Tanjung Batu juga dapat menjadi salah satu bagian dalam pengembangan kapasitas pelaku pariwisata.

Samsiah juga berharap Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dapat terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para pemandu wisata yang telah bersertifikasi. Sebab, kemampuan bahasa para guide saat ini masih beragam.

“Ada yang sudah bisa, ada juga yang masih istilahnya Inggris koboi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama dengan hadirnya kapal pesiar yang membawa wisatawan asing ke kawasan Derawan dan Maratua.

Kapal-kapal tersebut disebut hadir hampir setiap pekan sehingga kebutuhan terhadap pemandu yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris semakin tinggi.

“Ini sangat penting dan dibutuhkan,” tegasnya.

Samsiah menambahkan, peningkatan kemampuan bahasa asing merupakan bagian penting dari kesiapan Berau menyasar pasar wisatawan mancanegara.

“Target kita mancanegara, kita mau promosi,” pungkasnya. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
sdm Disbudpar Berau pariwisata