Gantikan Agenda Manutung Jukut, Diskan Berau Siapkan Pasar Ikan Murah Sembilan Kecamatan

Nurismi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:05 WIB
ILUSTRASI: Pasar Ikan Murah kembali disiapkan Diskan Berau untuk menjangkau sembilan kecamatan. (BERAU POST)
ILUSTRASI: Pasar Ikan Murah kembali disiapkan Diskan Berau untuk menjangkau sembilan kecamatan. (BERAU POST)

BERAU POST - Sembilan kecamatan bakal dilaksanakan Pasar Ikan Murah oleh Dinas Perikanan (Diskan) Berau. Program ini direncanakan menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Berau. 

Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih menyampaikan, kegiatan Pasar Ikan Murah sebelumnya telah digelar di empat kecamatan, yakni Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Pulau Derawan.

Dengan telah terlaksananya kegiatan di empat kecamatan tersebut, pihaknya ingin mengarahkan pelaksanaan berikutnya ke sembilan kecamatan lainnya.

Secara keseluruhan program Pasar Ikan Murah memang diarahkan untuk dapat menyentuh masyarakat di 13 kecamatan. Namun, pelaksanaan selanjutnya akan diprioritaskan pada wilayah yang belum memperoleh program tersebut.

“InsyaAllah nanti akan menyasar kecamatan yang belum pernah digelar pasar ikan murah,” ujarnya, belum lama ini.

Namun, diakunya pelaksanaan di sembilan kecamatan itu belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, kegiatan tersebut merupakan penyesuaian dari agenda Manutung Jukut yang sebelumnya telah dirancang oleh pemerintah daerah.

Perubahan konsep kegiatan itu dilakukan setelah adanya surat pembatalan pelaksanaan Manutung Jukut. Akibat kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Berau.

Peralihan kegiatan juga berdampak terhadap waktu pelaksanaan. Anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk kegiatan Manutung Jukut harus disesuaikan terlebih dahulu, agar dapat digunakan untuk Pasar Ikan Murah. Karena itu, pihaknya masih menunggu proses APBD Perubahan sebelum kegiatan dapat kembali dijalankan.

Dirinya memperkirakan pelaksanaan baru bisa dimulai sekitar Oktober mendatang. Kondisi tersebut membuat Diskan hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk merealisasikan program sebelum tahun anggaran berakhir.

Pun diperkirakan kegiatan berikutnya hanya memungkinkan dilaksanakan di sembilan kecamatan yang belum mendapatkan Pasar Ikan Murah.

“Karena waktu pelaksanaan hanya tersisa sekitar dua bulan, kemungkinan kami hanya bisa melaksanakan pada sembilan kecamatan yang belum saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering yang terjadi di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Langkah tersebut turut berdampak pada pelaksanaan sejumlah kegiatan yang berpotensi memicu munculnya api, termasuk agenda Irau Manutung Jukut tahun ini.

Untuk diketahui, tahun sebelumnya pelaksaannya juga terpaksa dibatalkan dengan alasan rawan menimbulkan gesekan di masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid mengatakan, kepastian pembatalan kegiatan Irau Manutung Jukut 2026, menyusul Surat Imbauan Bupati Berau Nomor 300.2.3/580/BPBD tertanggal 11 Agustus 2026, terkait peningkatan kewaspadaan menghadapi bencana hidrometeorologi kering.

Salah satu poin dalam surat tersebut mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api.

“Termasuk menghindari potensi pembakaran terbuka,” ujarnya Selasa (18/8) lalu. 

Menurut Majid, Manutung Jukut yang identik dengan aktivitas membakar ikan dinilai memiliki potensi risiko apabila kondisi cuaca masih panas dan kering. “Kita tidak bisa meramal kondisi nanti, ini merupakan langkah preventif kita,” katanya.(adv/ja/arp) 

Editor : Nurismi
Pasar Ikan murah Manuntung Jukut HUT Berau