BERAU POST– Kabupaten Berau kembali mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Kali ini, capaian tersebut datang dari sektor pendidikan melalui ajang Apresiasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Paripurna Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026.
SMA Negeri 4 Berau keluar sebagai juara pertama untuk jenjang SMA dengan nilai 144,5. Di jenjang SMP, SMP Negeri 2 Segah juga berhasil meraih posisi Terbaik 2 dengan nilai 154.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, Yani, mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses yang telah berjalan di masing-masing sekolah.
Adapun penerapan program SSK di sekolah yang mengikuti penilaian bukan sesuatu yang baru dilakukan ketika menghadapi perlombaan.
Materi dan isu kependudukan telah diintegrasikan dalam kegiatan pendidikan, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan di luar kelas.
“Isu-isu kependudukan sudah cukup lama diterapkan oleh sekolah yang menjalankan program SSK dan diintegrasikan ke dalam kurikulum,” ujarnya, Minggu (23/8).
Sebelum mengikuti penilaian tingkat provinsi, DPPKBP3A Berau bersama tim dari Kemendukbangga/BKKBN memberikan pendampingan kepada kedua sekolah.
Pendampingan terutama diarahkan pada persiapan dokumen serta penyusunan video profil sekolah yang menjadi bagian dari penilaian.
Ia menyebut, tahapan persiapan secara umum berjalan dengan lancar. Di mana telah didukung oleh pelaksanaan program SSK yang sudah berjalan di sekolah.
Namun, proses pengumpulan dokumen pendukung tetap membutuhkan perhatian lebih karena indikatornya yang cukup banyak.
Setiap indikator harus dilengkapi dengan bukti yang sesuai. Kondisi tersebut membuat tim SSK di masing-masing sekolah harus kembali menelusuri dan mengumpulkan berbagai dokumen yang menunjukkan pelaksanaan program di lingkungan sekolah.
“Indikator penilaiannya cukup banyak. Jadi dalam penyusunan dokumen, tim SSK harus ekstra dalam mengumpulkan bukti-bukti dukungnya,” ungkapnya.
SMAN 4 Berau akan dipersiapkan untuk mengikuti penilaian di tingkat nasional. Pihaknya akan kembali melakukan pendampingan.
Fokusnya untuk memastikan berbagai dokumen yang menjadi bagian dari indikator penilaian dapat dipenuhi dan dilengkapi sebelum memasuki tahapan nasional.
“Pendampingan tersebut dinilai penting mengingat persaingan di tingkat nasional tentu memiliki tuntutan penilaian yang lebih luas,” paparnya.
Kelengkapan administrasi dan bukti pelaksanaan program akan menjadi bagian yang perlu dipersiapkan secara matang.
Pun pihaknya akan terus membantu sekolah dalam melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Tentunya agar SMAN 4 Berau dapat memperoleh hasil maksimal saat mengikuti penilaian tingkat nasional.
Dirinya berharap SMAN 4 Berau setidaknya mampu masuk tiga besar regional pada penilaian tingkat nasional. Bahkan, peluang untuk meraih posisi terbaik tetap terbuka jika seluruh persiapan dapat dilakukan dengan baik.
“Harapannya SSK Paripurna SMAN 4 Berau bisa masuk tiga besar regional di tingkat nasional dan menjadi pemenangnya,” ujar Yani.
Salah seorang guru SMAN 4 Berau, Evi Sulistyaningsih, menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diperoleh dalam ajang tingkat provinsi tersebut.
Penghargaan yang diraih bukan semata-mata hasil dari penilaian akhir. Ada proses panjang yang melibatkan berbagai unsur di sekolah hingga akhirnya mampu membawa SMAN 4 Berau menjadi yang terbaik di jenjang SMA tingkat provinsi.
Ia menilai kerja sama menjadi salah satu bagian penting dalam pencapaian tersebut. Mulai dari proses pelaksanaan program, pemenuhan berbagai kebutuhan penilaian hingga persiapan menghadapi kompetisi, semuanya membutuhkan komitmen dan keterlibatan bersama.
Prestasi itu juga menjadi dorongan untuk terus berprestasi di tingkat provinsi. Program SSK akan terus diperkuat, sembari mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menghadapi penilaian tingkat nasional.
“Capaian ini tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga menjadi gambaran dari proses, kerja keras, kolaborasi, serta komitmen untuk terus belajar dan berkembang,” kata Evi. (aja/hmd)
Editor : Nurismi