Cegah Gangguan Pernapasan Akibat Karhutla, Dinkes Berau Ajak Warga Terapkan SAPA ASAP

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 13:40 WIB
ILUSTRASI: Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap yang bisa mengganggu kesehatan. (ARTA/BP)
ILUSTRASI: Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap yang bisa mengganggu kesehatan. (ARTA/BP)

BERAU POST – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Masyarakat diminta tidak menganggap sepele paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki gangguan pernapasan.

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, mengajak masyarakat menerapkan langkah sederhana melalui gerakan SAPA ASAP sebagai upaya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Pesan tersebut dirangkum dalam sejumlah langkah yang mudah dilakukan masyarakat sehari-hari. Dimulai dengan Siapkan Diri yakni menyiapkan masker, mencukupi kebutuhan air putih, serta menjaga daya tahan tubuh.

Selanjutnya, masyarakat diminta Awasi Informasi, khususnya informasi mengenai kualitas udara dan peringatan dini yang dikeluarkan sumber resmi.

“Informasi tersebut penting menjadi dasar bagi masyarakat dalam menentukan aktivitas, terutama ketika kondisi udara tidak baik,” katanya Minggu (16/8).

Langkah berikutnya adalah Proteksi Diri. Masyarakat dianjurkan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah serta menghindari aktivitas fisik berat di ruang terbuka saat kondisi udara dipenuhi asap.

Masyarakat juga diajak Peduli Lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta menjaga kebersihan lingkungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari pencegahan agar sumber asap tidak semakin meluas.

Kemudian, Amankan Kesehatan menjadi perhatian berikutnya. Perlindungan perlu diberikan lebih kepada bayi, anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan. Kelompok tersebut dinilai lebih rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Pesan SAPA ASAP juga mendorong masyarakat untuk Sebarluaskan Pesan kepada keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar,” sebutnya.

Kesadaran menjaga kesehatan, menurut imbauan tersebutnakan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat juga diajak Ajak Bersama untuk menjaga kesehatan dan mencegah dampak asap.

Sementara bagian terakhir, Pray & Positive, menjadi pengingat agar masyarakat tetap berdoa dan berpikir positif sembari terus berupaya menjaga diri, keluarga dan lingkungan.

Selain menerapkan SAPA ASAP, masyarakat juga disarankan melakukan sejumlah langkah perlindungan sederhana.

“Di antaranya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, serta menutup pintu dan jendela agar asap tidak mudah masuk ke dalam rumah,” ucapnya.

Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga sebaiknya dihindari ketika kondisi udara dipenuhi asap. Asupan makanan bergizi dan istirahat yang cukup turut diperlukan untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

Dirinya juga mengingatkan masyarakat mengenali gejala yang dapat muncul akibat paparan asap. Beberapa di antaranya mata perih dan berair, batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, sakit kepala, demam, hingga penurunan daya tahan tubuh.

“Jika mulai mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Langkah tersebut penting, agar keluhan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

“Menjaga kesehatan, mencegah sumber asap, serta saling mengingatkan menjadi upaya bersama untuk melindungi masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan, kualitas udara di wilayah perkotaan Kabupaten Berau hingga kini masih terpantau normal.

Kendati sejumlah titik mulai terdampak asap dan debu akibat kebakaran lahan, kondisi tersebut belum menunjukkan adanya penurunan kualitas udara secara signifikan.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan melalui laboratorium menunjukkan kualitas udara ambien masih berada dalam kondisi baik.

“Berdasarkan hasil pemantauan kami, kualitas udara di Berau masih tergolong baik dan berada dalam batas normal,” katanya.

Namun, kemunculan asap dan debu dari kebakaran lahan tetap menjadi perhatian pihaknya. Kondisi tersebut tentunya akan terus dipantau untuk mengetahui dampaknya terhadap kualitas udara di Berau.

“Karena itu, masyarakat juga perlu ikut menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Jangan sampai kebakaran semakin meluas dan berdampak terhadap kualitas udara,” pungkasnya. (adv/aja/sam)

Editor : Nurismi
asap lansia Dinkes Berau