Dinas Pangan Berau Uji Sampel Pangan Tiga SPPG, Hasilnya Bebas Bahan Berbahaya

Nurismi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:20 WIB
JAMIN KEAMANAN PANGAN: Tim OKKPD Dinas Pangan Berau melakukan monitoring keamanan pangan dan sanitasi higiene di sejumlah SPPG, beberapa waktu lalu. (DINAS PANGAN UNTUK BERAU POST)
JAMIN KEAMANAN PANGAN: Tim OKKPD Dinas Pangan Berau melakukan monitoring keamanan pangan dan sanitasi higiene di sejumlah SPPG, beberapa waktu lalu. (DINAS PANGAN UNTUK BERAU POST)

BERAU POST — Dinas Pangan Berau melalui Tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) melakukan monitoring keamanan pangan segar dan sanitasi higiene di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Berau.

Kabid Keamanan Pangan Dinas Pangan Berau, Sumarsono, menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan agenda pengambilan sampel, pengujian pangan segar, serta pengawasan terhadap kondisi sanitasi dan higiene di lokasi.

Dijelaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang digunakan dalam penyelenggaraan pelayanan gizi memenuhi aspek keamanan dan layak dikonsumsi.

Pihaknya melakukan pengambilan dan pengujian terhadap sejumlah sampel pangan di tiga lokasi SPPG.

“Hasil pengujian menunjukkan sampel yang diperiksa dinyatakan negatif terhadap parameter yang diuji,” katanya. 

Pada lokasi SPPG Tipalayau, sebanyak delapan sampel pangan diperiksa. Sampel tersebut terdiri atas jeruk, buah pir, jagung, daging ayam, kentang, ikan dori, semangka, dan kacang panjang.

“Hasil pengujian menunjukkan jeruk, buah pir, jagung, kentang, semangka, dan kacang panjang negatif pestisida. Sementara itu, daging ayam dan ikan dori dinyatakan negatif formalin,” sebutnya.

Selain pengujian bahan pangan, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap sarana penyimpanan serta kondisi sanitasi dan higiene.

Secara keseluruhan, kondisi gudang penyimpanan dinilai baik. Sanitasi dan higiene lingkungan juga terpelihara dengan baik, sementara suhu penyimpanan di gudang kering terkontrol.

Monitoring kemudian dilakukan di SPPG Sambaliung. Di lokasi tersebut, tim mengambil empat sampel untuk dilakukan pengujian. Sampel yang diperiksa meliputi jagung, anggur, buncis, dan telur ayam.

Hasilnya, jagung, anggur, dan buncis dinyatakan negatif pestisida. Sedangkan telur ayam dinyatakan negatif Salmonella.

Dari sisi sarana, kondisi umum gudang kering berada dalam keadaan baik dan suhu ruangan tetap terukur sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Meski begitu, tim mencatat adanya ruang gudang kering yang sedang dalam proses perbaikan. Perbaikan dilakukan karena unit pendingin udara atau AC di ruangan tersebut mengalami kerusakan.

Selanjutnya, monitoring dilakukan di SPPG Gayam. Empat sampel pangan diperiksa, yakni telur ayam, daging ayam, bawang bombay, dan beras.

“Berdasarkan hasil pengujian, telur ayam dinyatakan negatif Salmonella. Daging ayam dinyatakan baik dan layak konsumsi. Sementara bawang bombay dan beras dinyatakan negatif pestisida,” jelasnya.

Kondisi sanitasi dan higiene di SPPG Gayam secara umum juga berada dalam kondisi baik. Suhu penyimpanan bahan pangan telah sesuai dengan SOP.

Namun, terdapat beberapa ruangan di area gudang kering yang masih dalam proses perbaikan.

Hasil monitoring tersebut menunjukkan bahan pangan yang diuji dari ketiga SPPG tidak menunjukkan adanya kandungan pestisida, formalin, maupun Salmonella pada sampel sesuai parameter pengujian masing-masing.

Pemeriksaan terhadap sarana penyimpanan juga menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan pangan tidak hanya dari bahan yang digunakan, tetapi juga dari proses penyimpanan dan kondisi lingkungan.

Dinas Pangan Berau akan terus melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan segar serta penerapan sanitasi dan higiene sebagai bagian dari upaya memastikan bahan pangan yang digunakan dalam pelayanan pemenuhan gizi berada dalam kondisi aman dan layak dikonsumsi. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
uji kelainan SPPG Dinas Pangan Berau