BERAU POST – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD).
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan, meski jumlah satuan PAUD di setiap kampung dinilai sudah mencukupi, pemerintah daerah masih menemukan adanya orangtua yang belum menyadari pentingnya menyekolahkan anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar (SD).
Saat ini keberadaan PAUD, sudah tersebar hingga tingkat kampung. Bahkan, di beberapa wilayah terdapat lebih dari satu lembaga PAUD untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk satu kampung ada yang satu PAUD, bahkan ada yang tiga, empat, sampai lima. Mereka sudah memiliki izin melalui OSS (Online Single Submission),” ujarnya, beluk lama ini.
Keberadaan lembaga PAUD saat ini juga terus mendapat pengawasan agar penyelenggaraannya berjalan sesuai aturan. Seluruh administrasi lembaga pendidikan anak usia dini tercatat.
Ia menyebut, saat ini terdapat sebanyak 236 satuan PAUD di Kabupaten Berau yang melayani sekitar 8 ribu anak.
Jumlah tersebut menjadi capaian yang harus terus didorong, khususnya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak usia dini.
“Capaian ini harus kita motivasi lagi untuk meningkatkan kualitas pendidikan kepada anak-anak,” katanya.
Adapun bentuk layanan pendidikan anak usia dini cukup beragam. Tidak hanya PAUD, terdapat pula kelompok bermain (KB), taman bermain, dan layanan lainnya yang disesuaikan dengan kelompok usia anak.
Karena itu, orangtua perlu memahami bahwa pendidikan sebelum masuk SD memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami manfaat pendidikan prasekolah bagi perkembangan anak.
“Masih ada yang belum sadar bahwa PAUD atau TK itu penting. Apalagi sekarang konsep pendidikan 13 tahun sudah mulai diterapkan,” jelasnya.
Saat ini anak yang belum memiliki sertifikat TK masih tetap dapat diterima masuk SD. Namun, pemerintah terus melakukan sosialisasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya memberikan pendidikan awal bagi anak.
Upaya tersebut dilakukan melalui peran bunda PAUD yang ada di kampung-kampung.
Mereka menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai manfaat pendidikan anak usia dini.
Pendidikan PAUD tentunya bukan hanya bertujuan agar anak siap mengikuti pembelajaran di sekolah dasar, tetapi juga membantu membangun kemampuan dasar anak, mulai dari aspek sosial, emosional, kemandirian, hingga perkembangan karakter.
“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak di Berau mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan sejak dini,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengajak seluruh Bunda PAUD di Berau untuk menjadi motor penggerak dalam menyukseskan kebijakan wajib belajar 13 tahun yang dimulai sejak jenjang prasekolah.
"Mari mengedukasi masyarakat agar anak memperoleh pendidikan yang berkualitas," ujarnya.
Program wajib belajar melalui penyelenggaraan PAUD juga memberikan kontribusi besar dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui layanan kesehatan, seperti imunisasi, pemantauan, dan sebagainya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi