Ciptakan Lingkungan Aman dan Inklusif, Pemkab Berau Perkuat Perlindungan Pemenuhan Hak

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:45 WIB
PERINGATAN HAN: Pemkab Berau memperingati Hari Anak Nasional ke-42 yang dirangkaikan dengan deklarasi Ruang Aman Nyaman Anak sebagai komitmen memperkuat perlindungan anak. (IZZA/BP)
PERINGATAN HAN: Pemkab Berau memperingati Hari Anak Nasional ke-42 yang dirangkaikan dengan deklarasi Ruang Aman Nyaman Anak sebagai komitmen memperkuat perlindungan anak. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dimanfaatkan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan layak bagi tumbuh kembang anak di Bumi Batiwakkal.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Kabupaten Berau, Andi Marewangeng.

Peringatan Hari Anak Nasional tersebut dirangkai dengan Deklarasi Ruang Aman Nyaman Anak (RANA), penyerahan Buku Profil Gender dan Anak Kabupaten Berau, buku Membangun Loyalitas Wisatawan Melalui Smart Tourism Technology, serta penyerahan sertifikat partisipasi kepada para pihak yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Dirinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terus bersinergi dalam mewujudkan perlindungan anak di Kabupaten Berau. 

Komitmen tersebut sejalan dengan amanat peraturan perundang-undangan yang menempatkan perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.

"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia usaha hingga lembaga pendidikan. Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar setiap anak di Berau memperoleh hak-haknya secara optimal," ujarnya, Selasa (4/8).

Ia menyebut, keberhasilan Kabupaten Berau meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Capaian tersebut patut disyukuri, namun tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri.

Pihaknya berharap predikat tersebut dapat terus ditingkatkan menjadi nindya. Upaya itu harus diiringi dengan penguatan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak secara berkelanjutan di seluruh sektor.

"Kita ingin memastikan setiap anak di Berau mendapatkan haknya. Ke depan, saya berharap capaian KLA dapat terus meningkat dengan memperkuat pemenuhan hak anak melalui kerja sama semua pihak," katanya.

Lanjutnya, persoalan yang dihadapi anak saat ini semakin kompleks. Tidak hanya kekerasan terhadap anak, tetapi juga perundungan, diskriminasi, hingga berbagai bentuk ancaman lain yang dapat menghambat tumbuh kembang mereka.

"Anak-anak harus tumbuh di lingkungan yang aman dan nyaman. Keluarga harus menjadi tempat pertama yang memberikan teladan, kasih sayang, sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan anak," tegasnya.

Pemkab Berau menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Oleh sebab itu, perlindungan dan pemenuhan hak anak menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi Berau yang berkualitas di masa mendatang.

Ia juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Anak Berau, serta berbagai lembaga masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan layanan yang mudah dijangkau bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan maupun pendampingan.

"Anak-anak Berau memiliki potensi luar biasa di berbagai bidang. Mari jadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk mewujudkan Berau yang semakin ramah, aman, inklusif dan layak bagi anak," pungkasnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
HAN Deklarasi RANA pemkab berau kabupaten layak anak