Urai Angka Pengangguran, Disnakertrans Berau Gelar Job Fair 2026 Hadirkan Puluhan Perusahaan

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:40 WIB
DIPADATI PELAMAR: Pelaksanaan job fair tahun lalu yang digelar Disnakertrans Berau dipenuhi oleh pelamar kerja. (IZZA/ BERAU POST)
DIPADATI PELAMAR: Pelaksanaan job fair tahun lalu yang digelar Disnakertrans Berau dipenuhi oleh pelamar kerja. (IZZA/ BERAU POST)

BERAU POST - Tahun ini Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau akan kembali gelar Job Fair 2026 yang digelar dua hari, yakni pada 29-30 Juli di SM Tower dan akan diikuti 23 manajemen perusahaan dari berbagai sektor.

Kepada Disnakertrans Berau, Anang Saprani, mengaku, untuk pelamar yang sudah mendaftar melalui online menyentuh angka 2.664 pelamar. Angka ini kemungkinan akan bertambah.

“Dari 23 itu dipastikan akan bertambah, biasa hari H ada manajemen baru,” ungkapnya Selasa (28/7).

Anang menjelaskan, 23 perusahaan yang mendaftar tidak hanya bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan saja.

Namun ada beberapa waralaba, restoran dan hotel, serta beberapa kafe. “Ini baru pertama ada sektor lain ikut,” ujarnya.

Ia menegaskan, job fair ini tidak hanya menggugurkan kewajiban dari Disnakertrans, namun juga perusahaan wajib menerima pelamar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Bagi pelamar yang juga tidak diterima, agar bisa dihubungi oleh manajemen. 

Anang menegaskan, banyak laporan masuk ke dirinya, baik melalui WhatsApp ataupun medsos Disnakertrans terkait banyak pelamar telah melakukan berbagai tes namun tidak ada kelanjutan.

“Maksud saya, mau diterima atau tidak tetap dihubungi agar pelamar tidak menunggu,” tegasnya.

“Misal gagal di kesehatan, diberi tahu saja kepada pelamar,” tambahnya.

Pelaksanaan job fair kali ini tidak hanya diikuti oleh perusahaan dari Berau saja. Ada juga perusahaan dari luar Berau yang membuka lowongan kerja (loker) di Berau.

Ditekankan, agar perusahaan luar Berau yang membuka loker di Berau mengutamakan masyarakat ber-KTP Berau.

“Sudah saya sampaikan, dan mereka setuju,” katanya.

Di sisi lain, ia menyinggung soal perusahaan yang banyak sub kontraktornya juga diharapkan melaporkan tenaga kerja. Hal ini bertujuan untuk tertib administrasi dan apabila ke depan ada masalah, bisa diproses dengan baik.

“Perusahaan yang enggan memberikan data akan ditegur, mulai dari Bupati hingga ke provinsi,” tegasnya.

Ia berharap, job fair dimanfaatkan sebaik mungkin. Selain itu, pembukaan loker tetap dilakukan apabila ada kesempatan. “Tetap update jangan ditutup-tutupi,” paparnya.

Disinggung mengenai job desk untuk penyandang disabilitas, Anang menegaskan, ada juga loker yang sudah disiapkan.

“Itu ada, kami sudah sampaikan ke manajemen, sesuai amanat Perda 8/2018 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal,” tutupnya.

Sementara Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menegaskan, penyelenggaraan job fair merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah menekan angka pengangguran terbuka.

Jumlah pencari kerja setiap tahun terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk usia produktif dan migrasi dari luar daerah.

Faktor lain yang memengaruhi adalah tingginya upah minimum kabupaten (UMK) Berau yang bahkan lebih tinggi dibanding upah minimum provinsi (UMP).

Pemkab berkomitmen memberikan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) gratis untuk meningkatkan profesionalitas tenaga kerja lokal. Ia juga meminta perusahaan di Berau memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam perekrutan.

“Perusahaan yang beroperasi di Berau jangan mengabaikan tenaga kerja lokal. Itu tanggung jawab kita bersama dan kesejahteraan mereka harus jadi prioritas,” tegasnya.

Ia pun meminta Disnakertrans Berau terus melakukan pendampingan, monitoring, serta evaluasi tata kelola ketenagakerjaan agar memberikan kebermanfaatan bagi semua pihak.

Harapannya, melalui job fair banyak tenaga kerja berkualitas yang terserap dan mampu bersaing sesuai kebutuhan perusahaan. (adv/aja/sam)

Editor : Nurismi
Disnakertrans Berau pengangguran job fair