Tingkatkan Kesejahteraan Warga, KPHP Berau Barat Salurkan Bantuan Alat Ekonomi Produktif

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 18:40 WIB
DISALURKAN: KPHP Berau Barat menyalurkan bantuan Alat Ekonomi Produktif kepada Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Perhutanan Sosial di wilayah kerjanya. (SENO/BP)
DISALURKAN: KPHP Berau Barat menyalurkan bantuan Alat Ekonomi Produktif kepada Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Perhutanan Sosial di wilayah kerjanya. (SENO/BP)

BERAU POST – UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat kembali menyalurkan bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di wilayah kerjanya.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Kehutanan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan sekaligus memperkuat pengelolaan usaha perhutanan sosial.

Kepala KPHP Berau Barat, Azhar Rudiyanto, mengatakan penyaluran bantuan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan sarana produksi, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

“Ini bukan sekadar menyerahkan alat,” ujarnya belum lama ini. 

Menurut Azhar, bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kelas usaha kelompok, khususnya Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), sehingga memiliki daya saing dan mampu menciptakan nilai tambah dari hasil hutan yang dikelola masyarakat.

“Targetnya kelompok semakin mandiri,” katanya.

Sebanyak lima kelompok menerima bantuan alat ekonomi produktif dengan jenis yang disesuaikan kebutuhan masing-masing.

Kelompok penerima meliputi LPHD Kampung Sido Bangen, KTH Muara Lesan Lestari Kampung Muara Lesan, HKm Manunggal Makmur Sejahtera Kampung Labanan Makmur, LPHD Kampung Lesan Dayak, serta HKm Belaung Bersatu Kampung Pandan Sari.

Adapun bantuan yang diberikan antara lain mesin tungku arang, mesin pemotong kayu, mesin packaging, kompor biomassa, hingga hand traktor. Jumlah bantuan berbeda pada setiap kelompok, disesuaikan dengan jenis usaha yang dikembangkan di lapangan.

Azhar menjelaskan, keberadaan alat tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperbaiki kualitas hasil olahan masyarakat.

Dengan dukungan peralatan yang lebih memadai, kelompok diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi dan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas.

“Alat ini harus dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh kelompok penerima menjaga dan merawat bantuan yang telah diberikan sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

“Kami berharap manfaatnya benar-benar dirasakan,” ucapnya.

Lebih lanjut, KPHP Berau Barat akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok penerima agar pemanfaatan alat berjalan sesuai tujuan.

Pendampingan tersebut mencakup penguatan kelembagaan, pengembangan usaha, hingga evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan di lapangan.

Azhar menambahkan, sinergi antara pemerintah dan kelompok perhutanan sosial menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

Melalui program bantuan Alat Ekonomi Produktif tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap kelompok perhutanan sosial di wilayah Berau Barat semakin berkembang, mampu meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat perekonomian masyarakat, serta mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
KPHP Berau bantuan petani