Dukung Pariwisata Daerah, Disbudpar Berau Siapkan Pendampingan dan Inventarisasi Event Budaya Kampung

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 18:20 WIB
INVENTARISASI BUDAYA: Disbudpar Berau menginventarisasi event budaya di kampung-kampung untuk memperkuat pembinaan dan promosi pariwisata daerah. (IZZA/BP)
INVENTARISASI BUDAYA: Disbudpar Berau menginventarisasi event budaya di kampung-kampung untuk memperkuat pembinaan dan promosi pariwisata daerah. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, berencana melakukan inventarisasi berbagai event budaya yang rutin digelar di kampung-kampung di Kabupaten Berau.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pembinaan sekaligus meningkatkan promosi budaya agar mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan, selama ini, sejumlah kampung di Berau telah secara rutin menyelenggarakan berbagai agenda budaya yang menjadi tradisi masyarakat setempat.

Pemerintah daerah pun terus memberikan dukungan melalui berbagai program agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat terus berlanjut.

Pihaknya ingin kembali mendata seluruh event budaya yang ada di Berau. Pendataan itu bertujuan untuk mengetahui kegiatan yang sudah berkembang maupun yang masih membutuhkan pembinaan lebih lanjut.

"Selama ini kampung-kampung sudah rutin menjalankan event-event budayanya. Ke depan kami ingin menginventarisasi lagi mana yang sudah eksis dan mana yang masih perlu pembinaan lebih lanjut," ujarnya, belum lama ini. 

Beberapa agenda budaya yang selama ini telah mendapat perhatian Disbudpar di antaranya Bukudung Betiung, Neppa Pade, Abutta Banua dan sebagainya.

Secara umum Bukudung Betiung dan Neppa Pade memiliki makna yang hampir sama, yakni sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen.

Perbedaannya hanya terletak pada cara masing-masing daerah mengekspresikan tradisi tersebut.

"Hanya cara mengekspresikannya yang sedikit berbeda. Bukudung Betiung pelaksanaannya lebih besar dan sudah rutin," terangnya.

Melalui inventarisasi tersebut, pemerintah daerah dapat melakukan pendampingan sejak tahap awal persiapan sehingga pelaksanaan setiap event dapat berlangsung lebih optimal.

"Supaya mereka juga bisa jauh-jauh hari mempersiapkan diri, kami juga bisa mendampingi sejak awal setiap pelaksanaan event budaya mereka," katanya.

Ia berharap, dengan pendampingan yang lebih terstruktur, gaung setiap event budaya di Berau dapat semakin luas.

Selain itu, promosi juga diharapkan lebih maksimal sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk datang menyaksikan langsung berbagai tradisi budaya yang dimiliki Berau.

"Bagaimanapun juga kita ingin menyatukan antara budaya dengan pariwisata. Dengan cara seperti itu mudah-mudahan gemanya semakin terlihat, termasuk juga promosinya," jelasnya.

Disbudpar juga berupaya mendorong salah satu event budaya unggulan, yakni Bukudung Betiung, agar dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Langkah awal yang dilakukan adalah mengusulkan event tersebut ke tingkat provinsi untuk mengikuti proses seleksi sebelum diteruskan ke tingkat nasional.

"Kita daftarkan dulu ke provinsi. Nanti provinsi yang menilai, kalau lolos baru didaftarkan ke tingkat nasional dalam Kharisma Event Nusantara," ungkapnya.

Apabila berhasil masuk dalam KEN, Bukudung Betiung akan menjadi bagian dari kalender event nasional.

Sehingga, diharapkan dapat memperluas promosi budaya Berau sekaligus membuka peluang mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi maupun Kementerian Pariwisata.

"Harapannya tentu gemanya lebih luas lagi di tingkat nasional dan juga mendapatkan dukungan dari provinsi maupun Kementerian Pariwisata," katanya. (adv/aja/hmd)

Editor : Nurismi
Disbudpar Berau wisata budaya