Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Skema Redam Agresi Messi Cs, Aljazair Andalkan Ketajaman Striker Amine Gouiri

Nurismi • Rabu, 17 Juni 2026 | 06:15 WIB
Laga penyisihan Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Aljazair dijadwalkan berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) waktu setempat. (ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti)
Laga penyisihan Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Aljazair dijadwalkan berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) waktu setempat. (ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti)

BERAU POST - Empat tahun lalu di Qatar, tepatnya 22 November 2022, Argentina mengawali putaran final Piala Dunia dengan tumbang 1-2 dari Arab Saudi dalam laga pertama fase grup edisi itu.

Kekalahan itu melecut mereka untuk lebih rapi dan kuat lagi, sampai kemudian memenangkan dua laga fase grup tersisa.

Dua kemenangan itu menjadi fondasi dalam perjalanan Argentina menjuarai Piala Dunia untuk ketiganya setelah mengalahkan Prancis dalam adu penalti pada final.

Pada putaran final Piala Dunia 2026, Argentina kembali ditantang tim Arab, kali ini Aljazair, dalam pertandingan pertamanya.

Tetapi, pelatih mereka yang tetap Lionel Scaloni, dan kapten mereka yang juga tetap Lionel Messi, tak akan memberi peluang kepada Aljazair untuk melakukan apa yang dilakukan Arab Saudi empat tahun silam.

Mereka akan menjadikan tim Argentina  berbeda dari empat tahun lalu ketika menjalani pertandingan pertamanya di Grup J Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Kansas, Amerika Serikat, pada Rabu (17/6) pagi pukul 08.00 WIB.

Scaloni akan memastikan timnya mengawali kompetisi dengan pesan tegas untuk tak tergelincir di awal kompetisi guna meretas jalan menjadi negara ketiga setelah Italia dan Brasil yang sukses mempertahankan gelar juara dunia.

Scaloni mungkin belajar banyak dari apa yang terjadi pada Brasil, Spanyol, dan Uruguay, yang tersendat dalam langkah pertamanya pada Piala Dunia 2026.

Persiapan untuk membuat perjalanan selama edisi 2026 berjalan sesempurna sudah terlihat sejak lama, dari bagaimana Argentina memainkan 39 pertandingan sejak menjuarai lagi Piala Dunia pada 18 Desember 2022.

Dari 39 pertandingan itu, Albiceleste menang 34 kali yang 28 kemenangan di antaranya dilakukan tanpa kebobolan (clean sheet).

Enam kemenangan di antaranya terjadi selama Copa America 2024 ketika Messi cs menjadi juara setelah mengalahkan Kolombia dalam final. Hanya Uruguay, Paraguay, dan Ekuador yang mampu mengalahkan Argentina dalam empat tahun terakhir itu.

Tetapi dalam 39 laga selama empat tahun terakhir tersebut, tak ada pertandingan yang mempertemukan mereka dengan tim besar Eropa.

Sentuhan Petkovic

Namun demikian, kinerja La Albiceleste dalam empat tahun terakhir itu tetap hebat dan terlihat angker bagi lawan.
Pencapaian selama empat tahun itu juga menjadi faktor penggentar untuk lawan-lawan Argentina mulai fase grup Piala Dunia 2026, yang diawali dari Aljazair.

Setelah dikalahkan Ekuador 0-1 dalam pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan yang sudah tak menentukan lagi, Argentina memenangkan semua dari tujuh laga persahabatan yang enam di antaranya dengan clean sheet.

Namun begitu, Albiceleste tetap mesti mewaspadai tim asuhan Vladimir Petkovic.

Sejak dihentikan Nigeria 0-2 dalam perempat final Piala Afrika pada 10 Januari 2026, Riyad Mahrez cs tak pernah kalah dalam empat laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2026 mulai.

Mereka menumbangkan Belanda, mengalahkan dua tim Amerika Latin, serta seri melawan Uruguay.

Vladimir Petkovic tak sekadar memainkan laga persahabatan melawan tiga negara Amerika Latin itu, tapi dia memperlakukan ketiga pertandingan tersebut sebagai persiapan Les Fennecs atau Serigala Padang Paris dalam menghadapi Argentina yang juga tim Amerika Latin.

Petkovic akan menarik pelajaran dari sukses Maroko dan Arab Saudi, yang berhasil mencegah dua tim Amerika Latin memenangkan laga perdananya dalam Piala Dunia 2026.

Maroko membendung Brasil dengan 1-1 dan Saudi mengimbangi Uruguay dengan skor sama.

Baik Maroko, Arab Saudi maupun Aljazair adalah tim Arab, yang juga bersaing dalam Piala Arab yang sudah diadakan sejak 1963, tapi baru masuk kalender FIFA sejak 2021.

Petrovic juga akan membagikan pengalaman bagusnya saat membawa Swiss menjalani Piala Dunia 2018 di Rusia dengan penampilan relatif bagus.

Dalam fase grup Piala Dunia di Rusia itu, selain mengalahkan Serbia, Swiss asuhan Petrovic sukses menahan seri Brasil 1-1 dan Kosta Rika 2-2, yang merupakan dua tim benua Amerika.

Pelajaran delapan tahun lalu itu akan sangat berharga bagi Serigala Padang Pasir yang tetap dikapteni Riyad Mahrez, yang pernah lama membela Manchester City.

Kepemimpinan Messi

Meski belakangan ini tidak produktif, Mahrez tetap diandalkan di sayap serangan Aljazair, sehingga tetap diturunkan sejak menit pertama.

Dia akan menjadi salah satu pengapit untuk dua striker di sepertiga akhir Aljazair yang kemungkinan diisi oleh striker Marseille Amine Gouiri dan pemain Wolfsburg Mohammed Amoura.

Amoura menjadi resep wajib Petrovic karena permain ini memberikan empat assist dan 10 gol kepada Aljazair selama babak kualifikasi.

Mereka akan bermain dalam pola tiga bek 3-5-2, atau formasi diamond 4-4-2 yang keduanya  kerap dipasang oleh Pertovic.

Pola ini bisa meredam agresi Argentina yang kemungkinan menggunakan sistem 4-3-3, apalagi saat menghadapi lawan yang cenderung bertahan dan mengandalkan serangan balik seperti mungkin dipraktikkan Aljazair nanti.
 

Editor : Nurismi
#Qatar #piala dunia 2026 #argentina