Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Menggila dari Grid 20, Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Tembus 8 Besar Moto3 Catalunya!

Nurismi • Kamis, 21 Mei 2026 | 06:10 WIB
Veda Ega Pratama mendapat julukan Boeing 954 dari Honda Team Asia setelah tampil impresif pada Moto3 GP Prancis 2026 di Le Mans. (Instagram/@veda_54)
Veda Ega Pratama mendapat julukan Boeing 954 dari Honda Team Asia setelah tampil impresif pada Moto3 GP Prancis 2026 di Le Mans. (Instagram/@veda_54)

BERAU POST - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil impresif pada Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, setelah finis posisi kedelapan dari start urutan ke-20.

Veda Ega juga mencatat top speed hingga 247,1 km/jam sepanjang akhir pekan balapan dan menjadi salah satu rookie tercepat di lintasan Montmelo.

Performa Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian pencinta MotoGP setelah mampu menembus barisan depan meski memulai balapan dari posisi kurang ideal.

Pembalap Honda Team Asia itu menunjukkan kombinasi agresivitas, kecerdasan strategi ban, dan keberanian saat duel di trek lurus Catalunya.

Bagaimana Top Speed Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026?

Kecepatan maksimal Veda Ega Pratama pada Moto3 Catalunya 2026 mencapai 247,1 km/jam saat sesi latihan bebas kedua atau FP2 yang digelar Sabtu sore WIB.

Catatan itu membuat pembalap asal Indonesia tersebut mampu bersaing dengan motor-motor KTM yang selama ini dikenal dominan dalam urusan top speed.

Saat balapan utama berlangsung di Circuit de Barcelona-Catalunya, Veda Ega tetap konsisten menjaga kecepatan di kisaran 246 km/jam.

Trek lurus sepanjang satu kilometer di Catalunya menjadi pembuktian jika motor Honda Team Asia miliknya mampu kompetitif menghadapi rival-rival dari Eropa.

Menariknya, Veda Ega dan Hakim Danish sama-sama menjadi representasi Asia Tenggara di Moto3 2026. Keduanya sudah saling bersaing sejak Asia Talent Cup hingga Red Bull Rookies Cup sebelum kini berduel di level kejuaraan dunia.

Hakim Danish membela tim AEON Credit – MT Helmets – MSI yang menggunakan motor KTM.

Sementara Veda Ega mengandalkan Honda Team Asia dan perlahan mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam urusan race pace maupun kecepatan puncak.

Start dari Posisi 20, Veda Ega Langsung Salip Delapan Pembalap

Perjuangan Veda Ega pada Moto3 Catalunya 2026 tidak berjalan mudah karena dirinya harus memulai balapan dari grid ke-20. Namun, pembalap muda Indonesia itu langsung tampil agresif sejak lampu start dipadamkan.

“Alhamdulillah, hari ini saya bisa menyelesaikan balapan di posisi kedelapan. Jalannya balapan kali ini memang sangat sulit bagi saya karena saya harus memulai start dari posisi ke-20,” ujar Veda saat interview di SPOTV.

Menurut Veda Ega, momentum start menjadi salah satu kunci kebangkitan dirinya di Catalunya. Dia mampu menyalip delapan pembalap hanya dalam satu lap pertama dan langsung mendekati rombongan depan.

“Namun, saya berhasil melakukan start yang cukup bagus. Di awal balapan, saya langsung bisa menyalip delapan pembalap hanya dalam satu lap (putaran). Setelah itu, saya mencoba untuk terus menekan (push) agar bisa masuk ke kelompok depan (top group).”

Keberhasilan naik posisi secara cepat membuat nama Veda Ega mulai diperbincangkan penggemar Moto3.

Apalagi, Catalunya dikenal sebagai salah satu sirkuit yang sulit untuk melakukan overtake bersih karena ritme rombongan sangat rapat.

Meski begitu, Veda mengakui persaingan di grup depan sangat ketat. Banyak pembalap memiliki race pace stabil sehingga dirinya harus pintar mengatur strategi agar ban tidak cepat habis.

Strategi Ban Jadi Kunci Finis Posisi Delapan

Veda Ega mengungkapkan dirinya sempat kesulitan saat mencoba bergabung dengan kelompok terdepan. Pembalap Honda Team Asia itu memilih lebih tenang agar kondisi ban tetap terjaga hingga lap akhir. 
 
“Perjuangan ini tidak mudah karena pembalap lain memiliki ritme kecepatan (race pace) yang sangat bagus. Saat mencoba bergabung dengan kelompok depan, ada momen di mana saya harus menjaga kondisi ban (manage tire).”

Strategi tersebut ternyata cukup efektif untuk menjaga performa motor pada lima lap terakhir. Saat beberapa rival mulai kehilangan grip, Veda justru mampu kembali menekan gas dan mempertahankan posisi di zona poin besar.

“Strategi ini penting agar saya tidak mengalami kesulitan (struggle) di lima putaran terakhir dan bisa bertahan. Baru di lap-lap akhir, saya mencoba menekan gas lagi,” lanjutnya.

Meski tampil cepat, Veda Ega tetap melakukan beberapa kesalahan kecil di tikungan. Dia mengaku kehilangan momentum saat melebar di tikungan kelima dan kesembilan ketika sedang berusaha mendekati rombongan depan.

“Saya sebenarnya sempat berhasil mendekati kelompok depan, tetapi sayangnya saya melakukan beberapa kesalahan di tikungan kelima dan kesembilan. Meski begitu, ini tetap hasil yang cukup positif karena saya akhirnya bisa mengatur ritme balapan dan finis di posisi ke-8 pada balapan di Barcelona hari ini," tuturnya.

Veda Ega Pratama Kirim Pesan untuk Indonesia

Finis posisi kedelapan di Catalunya menjadi salah satu hasil terbaik Veda Ega pada musim Moto3 2026. Hasil itu sekaligus memperlihatkan perkembangan mental dan adaptasi pembalap muda Indonesia tersebut di level dunia.

Veda Ega juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim serta seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan selama dirinya mentas di Moto3 2026.

Dukungan itu disebut menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang di setiap seri.

“Saya sangat senang dan ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada tim yang telah bekerja sangat keras minggu ini. Tentu saja, terima kasih juga untuk seluruh warga Indonesia yang selalu mendukung saya. Terima kasih,” pungkas Veda.

Dengan kecepatan mencapai 247,1 km/jam dan kemampuan menembus delapan besar dari posisi start ke-20, Veda Ega mulai menunjukkan dirinya layak diperhitungkan sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di Moto3 musim ini.

Editor : Nurismi
#Honda Team #veda ega pratama