Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Manfaatkan Crash Tikungan 10, Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Sukses Amankan 8 Besar Catalunya

Nurismi • Rabu, 20 Mei 2026 | 06:55 WIB
Veda Ega Pratama menunjukkan mental pantang menyerah usai finis kedelapan dalam Moto3 Catalunya 2026 meski start dari posisi ke-20. (Instagram/@veda_54)
Veda Ega Pratama menunjukkan mental pantang menyerah usai finis kedelapan dalam Moto3 Catalunya 2026 meski start dari posisi ke-20. (Instagram/@veda_54)

BERAU POST - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian usai finis kedelapan dalam Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5/2026).

Start dari posisi ke-20, rider Honda Team Asia itu sukses menembus 10 besar lewat aksi comeback agresif yang membuat manajer tim, Hiroshi Aoyama, kagum dengan mental bertarungnya.

Performa impresif tersebut memperpanjang tren positif Veda di Moto3 2026. Rider asal Gunungkidul itu kembali menunjukkan kemampuan bertahan dalam tekanan meski harus memulai balapan dari barisan belakang.

Bagaimana Veda Ega Pratama Memulai Aksi Comeback di Catalunya?

Veda Ega Pratama langsung tampil agresif sejak lampu start padam di Catalunya. Dari posisi ke-20, ia mampu melonjak ke urutan ke-13 hanya dalam beberapa lap awal dan mulai mendekati rombongan pembalap papan tengah.

Kecepatan Veda terus meningkat memasuki Lap 6 ketika ia berhasil naik ke posisi sembilan.

Bahkan, pembalap Honda Team Asia itu sempat terlibat duel sengit melawan Maximo Quiles pada Lap 8 sebelum ritme balapannya sedikit menurun.

“Balapan Moto3 hari ini sangat seru. UuVeda memulai dari posisi ke-20, dan sepanjang balapan terjadi banyak aksi saling menyalip dan perubahan posisi,” ujar Aoyama dalam rilis resmi Honda Team Asia.

Aoyama menilai balapan tersebut menjadi salah satu ujian terbesar Veda musim ini. Selain harus mengejar banyak posisi, intensitas persaingan di kelompok tengah Moto3 Catalunya sangat ketat sejak awal hingga finis.

Seperti Apa Duel Sengit Veda di Posisi 10 Besar?

Memasuki pertengahan balapan, Veda sempat kehilangan beberapa posisi setelah disalip Marco Morelli dan Casey O'Gorman. Situasi itu membuatnya turun ke posisi ke-11 pada Lap 11.

Namun, Veda tidak kehilangan momentum dan tetap menjaga jarak dengan rombongan depan.

Dua lap menjelang finis, insiden jatuhnya Jesus Rios di Tikungan 10 membuka peluang besar bagi rider Indonesia tersebut untuk kembali menyerang.

Pada momen yang sama, Veda berhasil menyalip Adrian Fernandez dan naik ke posisi sembilan. Tekadnya belum berhenti karena di lap terakhir ia kembali menyalip O'Gorman sebelum terlibat duel ketat melawan Hakim Danish.

Veda akhirnya mengakhiri balapan di posisi kedelapan. Hasil itu terasa spesial karena ia harus berjuang dari posisi start yang sangat sulit di lintasan dengan karakter cepat seperti Barcelona-Catalunya.

“Veda awalnya bergabung dengan kelompok kedua dan kemudian berhasil menyusul kelompok depan yang memperebutkan posisi podium,” lanjut Aoyama.

Mengapa Hiroshi Aoyama Memuji Mental Veda Ega Pratama?

Aoyama secara khusus menyoroti mental pantang menyerah Veda sepanjang balapan berlangsung.

Menurut mantan test rider Honda MotoGP tersebut, Veda menunjukkan karakter kuat meski harus menghadapi tekanan besar dari banyak pembalap berpengalaman.

“Ritme balapan sangat tinggi dan ini bukan balapan yang mudah bagi Veda, tetapi dia tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga lap terakhir,” tutur Aoyama.

Pujian itu bukan tanpa alasan karena Veda beberapa kali harus keluar masuk pertarungan kelompok besar.

Dalam balapan Moto3, kondisi seperti itu sering membuat pembalap kehilangan konsentrasi atau ritme, tetapi Veda justru mampu tetap tenang hingga akhir lomba.

Finis kedelapan juga menjadi bukti perkembangan signifikan Veda pada musim 2026. Ia mulai lebih konsisten menjaga pace balapan sekaligus lebih berani mengambil risiko saat duel posisi di tikungan.

Aksi comeback di Catalunya membuat nama Veda kembali mendapat sorotan besar dari penggemar Moto3 Asia. Banyak yang menilai pembalap muda Indonesia itu kini semakin matang menghadapi persaingan level dunia.

Seberapa Penting Hasil Catalunya untuk Moto3 Italia 2026?

Hasil di Catalunya menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama menjelang Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello pada 29-31 Mei mendatang.

Mugello dikenal sebagai salah satu trek paling menantang dengan karakter cepat dan banyak tikungan flowing.

Aoyama optimistis performa positif Veda bisa berlanjut di Italia. Ia menilai pengalaman bertarung dari belakang hingga finis di posisi delapan akan meningkatkan kepercayaan diri rider Honda Team Asia tersebut.

“Finis di posisi kedelapan setelah memulai dari posisi yang sangat jauh di belakang adalah hasil yang sangat positif dan pengalaman penting baginya. Kini kami menantikan balapan berikutnya di Mugello,” tutup Aoyama.

Moto3 Italia nanti juga diprediksi menjadi kesempatan besar bagi Veda untuk kembali menembus papan atas. Jika mampu tampil konsisten sejak sesi kualifikasi, peluang meraih hasil lebih baik terbuka lebar untuk rider Indonesia itu.

Editor : Nurismi
#Honda Team #veda ega pratama