BERAU POST - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama sukses mengacak-acak persaingan lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan di GP Catalunya, Minggu (17/5/2026).
Hasil luar biasa dari posisi ke-20 membuat rookie Honda Team Asia itu kini mengoleksi 58 poin dan menyamai raihan Marco Morelli di papan atas klasemen sementara.
Penampilan impresif Veda Ega Pratama di Sirkuit Barcelona-Catalunya menjadi salah satu sorotan utama ronde keenam Moto3 2026.
Pembalap muda Indonesia tersebut mampu bangkit di tengah ketatnya persaingan dan menjaga asa menembus tiga besar klasemen dunia musim ini.
Bagaimana Posisi Veda Ega Pratama di Klasemen Moto3 2026?
Kemenangan di GP Catalunya membuat Maximo Quiles semakin nyaman di puncak klasemen Moto3 2026 dengan keunggulan 64 poin atas rival terdekatnya.
Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team itu kini tampil sebagai favorit kuat juara dunia setelah meraih kemenangan keempat musim ini.
Posisi kedua masih ditempati Adrian Fernandez, sedangkan peringkat ketiga dihuni Alvaro Carpe dengan koleksi 73 poin.
Persaingan mulai memanas di posisi empat besar karena Marco Morelli kini harus berbagi poin dengan Veda Ega Pratama yang sama-sama mengemas 58 angka.
Keberhasilan Veda menyamai poin Morelli menjadi sinyal serius bagi persaingan paruh musim Moto3 2026. Apalagi pembalap Honda Team Asia itu terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa seri terakhir.
Ronde ketujuh Moto3 2026 selanjutnya akan berlangsung di GP Italia pada 29–31 Mei mendatang. Balapan di Negeri Pizza tersebut diprediksi kembali menjadi panggung penting bagi Veda untuk melanjutkan tren positifnya.
Maximo Quiles Tunjukkan Mental Juara di Catalunya
Balapan Moto3 Catalunya berlangsung dramatis sejak lap awal dengan banyak pembalap silih berganti memimpin lomba.
Nama-nama seperti Brian Uriarte, David Munoz, David Almansa hingga Hakim Danish sempat mendominasi jalannya balapan.
Polesitter Valentin Perrone juga sempat bertarung di kelompok depan. Namun, ritmenya perlahan mengendur sehingga gagal menjaga peluang kemenangan hingga akhir lomba.
Saat balapan memasuki Lap 12, Adrian Fernandez mengambil alih pimpinan lomba dari Uriarte. Di fase tersebut, Maximo Quiles justru masih berada di posisi keenam dan belum terlihat agresif menyerang lawan-lawannya.
Strategi Quiles ternyata sangat matang karena ia memilih menjaga ban sepanjang pertengahan lomba. Pembalap tuan rumah itu menunggu momentum terbaik sebelum mulai melancarkan tekanan pada lima lap terakhir.
Menjelang finis, posisi pertama sempat bergantian ditempati Uriarte, Almansa, dan Munoz. Namun, memasuki empat lap terakhir, Quiles akhirnya menunjukkan kualitas sesungguhnya dengan merebut posisi terdepan.
Duel Gila Lap Terakhir Bikin Moto3 Catalunya Memanas
Lap terakhir menjadi panggung duel sengit antara Maximo Quiles dan David Munoz. Keduanya bertarung habis-habisan dalam perebutan kemenangan di depan publik Catalunya.
Munoz sempat memberi perlawanan keras ketika Quiles mencoba membuka celah di tikungan akhir. Tetapi pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut berhasil melancarkan manuver agresif yang tak mampu dibendung rivalnya.
Di saat bersamaan, Alvaro Carpe ikut memanfaatkan duel dua pembalap di depan untuk menyerang Munoz.
Hasilnya, Carpe sukses merebut posisi kedua dengan selisih sangat tipis 0,004 detik dari Munoz yang harus puas finis ketiga.
Brian Uriarte mengamankan posisi keempat yang menjadi hasil terbaiknya sejauh ini di Moto3 2026. Sementara David Almansa menyelesaikan lomba di posisi kelima.
Marco Morelli finis keenam, tepat di depan Hakim Danish. Sedangkan Veda Ega Pratama tampil impresif dengan finis kedelapan setelah memulai balapan dari posisi ke-20.
Veda Ega Pratama Kembali Buktikan Mental Petarung
Finis kedelapan di Catalunya terasa spesial bagi Veda Ega Pratama karena ia mampu bangkit dari posisi start yang sulit.
Pembalap muda Indonesia itu memperlihatkan konsistensi dan ketenangan saat menghadapi ketatnya rombongan tengah Moto3.
Keberhasilan menembus delapan besar juga membuat Veda berhasil mengungguli Adrian Fernandez dan Casey O'Gorman dalam jalannya balapan Catalunya.
Raihan tersebut mempertegas potensi besar rider Honda Team Asia di musim debutnya.
Performa Veda mulai menarik perhatian publik MotoGP karena ia mampu bersaing dengan para pembalap muda Eropa yang lebih berpengalaman.
Tren peningkatan performa itu menjadi modal penting menjelang GP Italia akhir Mei nanti.
Jika mampu menjaga konsistensi finis di papan depan, peluang Veda Ega Pratama untuk menembus tiga besar klasemen Moto3 2026 tetap terbuka lebar.
Persaingan musim ini pun dipastikan semakin panas dengan hadirnya ancaman dari rookie Indonesia tersebut.
Editor : Nurismi