BERAU POST - Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi menembus lima besar klasemen sementara Moto3 2026 usai finis keempat pada GP Prancis di Sirkuit Bugatti Le Mans, Minggu (10/5/2026).
Tambahan 13 poin membuat pembalap asal Gunungkidul itu kini mengoleksi total 50 poin dan naik ke posisi kelima dunia setelah seri kelima musim ini.
Hasil impresif di Le Mans menjadi salah satu pencapaian terbesar Veda Ega Pratama pada musim debutnya di level kejuaraan dunia Moto3.
Pebalap muda Honda Team Asia tersebut tampil konsisten sejak awal balapan dan mampu bersaing dengan deretan rider papan atas yang mayoritas menggunakan motor KTM.
Veda Ega Pratama kini resmi menduduki peringkat kelima klasemen sementara Moto3 2026 dengan raihan 50 poin. Posisi tersebut diraih setelah dirinya sukses menambah 13 angka penting dari hasil finis keempat pada GP Prancis.
Kenaikan posisi itu membuat Veda berhasil menggeser Marco Morelli dari jajaran lima besar dunia.
Konsistensi pebalap asal Gunungkidul tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya terus merangsek naik di klasemen meski berstatus debutan.
Persaingan papan atas Moto3 musim ini juga semakin ketat setelah seri Le Mans berakhir. Puncak klasemen masih ditempati Maximo Quiles yang tampil dominan dengan koleksi 115 poin.
Sementara itu, Adrian Fernandez sukses naik ke posisi kedua usai finis podium di Prancis dengan total 69 poin. Sedangkan posisi ketiga ditempati Alvaro Carpe yang mengoleksi 53 poin.
Peluang Veda Ega Pratama untuk menembus tiga besar klasemen dunia masih sangat terbuka lebar. Jarak poin dengan para rival di atasnya terbilang sangat tipis setelah seri kelima musim ini selesai digelar.
Veda hanya terpaut dua poin dari Valentin Perrone yang berada di posisi keempat dengan 52 poin. Bahkan, selisihnya dengan Alvaro Carpe di peringkat ketiga hanya tiga angka saja.
Situasi tersebut membuat perebutan posisi tiga besar diprediksi berlangsung sengit dalam beberapa seri ke depan.
Jika mampu menjaga konsistensi finis di zona poin besar, peluang Veda untuk naik podium klasemen dunia semakin terbuka.
Performa di Le Mans menjadi bukti kapasitas Veda sebagai salah satu pembalap muda paling menjanjikan musim ini. Kondisi lintasan basah yang sulit justru mampu ditaklukkan dengan sangat baik oleh rider Honda Team Asia tersebut.
Kemampuan membaca kondisi trek dan menjaga ritme balapan membuat Veda tampil stabil sejak awal hingga garis finis.
Penampilan itu juga memperkuat statusnya sebagai salah satu ancaman serius bagi dominasi pebalap Eropa di Moto3 2026.
Kenapa Veda Disebut Rookie Paling Berbahaya?
Pencapaian menembus lima besar dunia semakin mempertegas reputasi Veda Ega Pratama sebagai rookie paling berbahaya musim ini.
Konsistensinya dalam mendulang poin membuat dirinya tetap memimpin persaingan Rookie of the Year 2026.
Dari lima seri awal musim, Veda mampu menunjukkan perkembangan yang sangat cepat bersama Honda Team Asia.
Adaptasi terhadap atmosfer balapan dunia juga berjalan mulus meski dirinya baru pertama kali tampil penuh di Moto3.
Selain faktor mental balap yang kuat, peningkatan performa motor Honda juga ikut membantu kebangkitan Veda musim ini.
Motor Honda Team Asia terlihat semakin kompetitif untuk melawan dominasi KTM yang menguasai sebagian besar posisi sepuluh besar klasemen sementara.
Kecepatan motor Honda mulai terlihat terutama pada sektor akselerasi dan kestabilan saat memasuki tikungan cepat. Hal itu membuat Veda lebih percaya diri saat duel jarak dekat dengan para rivalnya di lintasan.
Penampilan konsisten pembalap Indonesia tersebut kini mulai menjadi sorotan pecinta MotoGP dunia.
Banyak pihak menilai Veda memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kandidat kuat perebut gelar di masa depan jika tren positif ini terus berlanjut.
Klasemen Sementara Moto3 2026 Setelah GP Prancis
Posisi puncak klasemen sementara masih ditempati Maximo Quiles dengan 115 poin. Adrian Fernandez berada di posisi kedua dengan 69 poin, disusul Alvaro Carpe yang mengoleksi 53 poin.
Valentin Perrone menempati posisi keempat dengan 52 poin, sementara Veda Ega Pratama kini berada di posisi kelima dengan 50 poin.
Selisih yang sangat tipis membuat persaingan papan atas dipastikan semakin panas pada seri-seri berikutnya.
Momentum kebangkitan Veda menjadi kabar menggembirakan bagi publik motorsport Indonesia.
Setelah lama menanti hadirnya pembalap Tanah Air di level elite balap motor dunia, Veda kini berhasil membuktikan kapasitasnya di tengah ketatnya persaingan Moto3.
Jika mampu menjaga konsistensi dan terus tampil kompetitif bersama Honda Team Asia, bukan tidak mungkin Veda segera mencatat sejarah baru bagi Indonesia di kejuaraan dunia Moto3 musim 2026.
Editor : Nurismi