BERAU POST - Kebuntuan negosiasi antara tim-tim MotoGP dan Liberty Media semakin terlihat menjelang tenggat waktu penting.
Dilansir dari laman The Race pada Selasa (5/5), Situasi seperti ini membuat pengumuman susunan pembalap untuk musim 2027 belum juga dirilis secara resmi. Padahal, sejumlah kesepakatan internal di paddock disebut sudah hampir final.
Ketidakpastian ini dipicu oleh negosiasi yang berlangsung a lot antara tim, pabrikan, dan penyelenggara. MotoGP Sports Entertainment Group masih berupaya mencari titik temu dengan para peserta. Namun hingga kini, kesepakatan terkait masa depan finansial kompetisi belum tercapai.
Inti permasalahan terletak pada sistem pembagian pendapatan yang dianggap belum adil. Tim-tim menginginkan perubahan dari sistem hibah tetap menjadi pembagian berbasis persentase pendapatan.
Dengan model tersebut, mereka berharap mendapatkan bagian lebih besar seiring meningkatnya pendapatan MotoGP.
Dorongan perubahan ini dipimpin oleh sejumlah tokoh penting di paddock. Nama seperti Massimo Rivola dan Lin Jarvis disebut aktif dalam proses negosiasi. Mereka juga didukung oleh penasihat hukum guna memperkuat posisi tim dalam pembahasan tersebut.
Kehadiran petinggi Liberty dalam seri di Jerez semakin menegaskan pentingnya pembahasan ini. Tokoh seperti Derek Chang dan Stefano Domenicali turut memantau langsung situasi. Pertemuan informal di sela-sela balapan dimanfaatkan untuk membahas arah bisnis MotoGP ke depan.
Namun, ketegangan semakin terlihat ketika beberapa tim besar memilih tidak menghadiri acara resmi.
Keputusan tersebut dianggap sebagai bentuk tekanan terhadap penyelenggara.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa tim memiliki posisi tawar yang cukup kuat dalam negosiasi.
Di sisi lain, penyelenggara menginginkan tim meningkatkan investasi dalam aspek media dan promosi. Hal ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan MotoGP di bawah kepemimpinan Liberty.
Akan tetapi, tuntutan tersebut justru memperumit negosiasi karena tim meminta kompensasi yang sepadan.
Menjelang tenggat waktu di Le Mans, situasi masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Ketegangan antara tim dan penyelenggara bahkan disebut semakin meningkat dibanding sebelumnya.
Kondisi ini membuat pengumuman resmi terkait susunan pembalap dan masa depan kompetisi kemungkinan besar akan kembali tertunda.
Editor : Nurismi