Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Gebrakan Baru F1 2026: Daya Puncak Akselerasi Dinaikkan Jadi 350 kW, Balapan Bakal Makin Kencang!

Nurismi • Jumat, 24 April 2026 | 06:45 WIB
FIA dan F1 (Formula 1)
FIA dan F1 (Formula 1)

 

BERAU POST - Sejumlah penyempurnaan regulasi musim 2026 dalam ajang Formula 1 resmi disepakati oleh FIA bersama para pemangku kepentingan.

Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian konsultasi teknis dan evaluasi data dari beberapa balapan awal musim. Perubahan ini akan mulai diterapkan sejak Grand Prix Miami.

Berikut 4 hal utama perubahan regulasi yang telah disepakati, seperti dilansir dari laman resmi Formula 1.
 
1. Penyesuaian Kualifikasi Untuk Meningkatkan Performa

Perubahan pada sesi kualifikasi difokuskan pada manajemen energi kendaraan. Batas maksimum pengisian daya diturunkan dari 8MJ menjadi 7MJ untuk mengurangi penggunaan energi berlebih.

Daya puncak superclip ditingkatkan dari 250 kW menjadi 350 kW guna mempercepat akselerasi.
 
Langkah ini bertujuan mendorong pembalap menjaga kecepatan penuh secara lebih konsisten. Selain itu, jumlah balapan dengan batas energi alternatif juga ditingkatkan untuk menyesuaikan karakteristik lintasan.

2. Regulasi Balapan Untuk Meningkatkan Keselamatan Dan Konsistensi
 
Pada kondisi balapan, daya maksimum melalui sistem boost kini dibatasi hingga +150 kW. Pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi perbedaan performa yang terlalu drastis antar mobil.

Penggunaan sistem MGU-K tetap 350 kW di zona akselerasi utama. Namun, di bagian lintasan lain, daya tersebut dibatasi menjadi 250 kW. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga peluang menyalip sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat kecepatan tinggi.
 
3. Mekanisme Start Balapan yang Lebih Aman

Sistem baru diperkenalkan untuk mendeteksi mobil dengan akselerasi rendah saat start. Jika terdeteksi, sistem akan mengaktifkan MGU-K secara otomatis untuk menjaga akselerasi minimum. Hal ini berujuan mengurangi risiko tabrakan di awal balapan.

Selain itu, lampu peringatan visual akan menyala untuk memberi sinyal kepada pembalap lain. Pengaturan ulang energi juga diterapkan guna memperbaiki ketidaksesuaian sistem sebelumnya.

4. Perubahan Untuk Kondisi Lintasan Basah
Dalam kondisi hujan, suhu ban intermediate ditingkatkan untuk memperbaiki cengkeraman awal. Penggunaan sistem ERS juga dikurangi guna meningkatkan kontrol kendaraan. Pembatasan ini membantu pembalap mengendalikan mobil di lintasan licin.
 
Sistem lampu belakang turut disederhanakan agar lebih mudah terlihat. Tujuannya adalah meningkatkan visibilitas dan keselamatan selama balapan dalam kondisi buruk.
 
 
 

Editor : Nurismi
#energi kendaraan #fia #regulasi #formula 1