BERAU POST - Pihak berwenang di Italia meluncurkan penyelidikan terhadap seluruh pembalap Formula 1.
Dilansir dari laman Sport Bible pada Kamis (23/4), Penyelidikan ini berpotensi menyeret sejumlah pembalap ke ranah pidana.
Fokus utama investigasi adalah kepatuhan pajak atas penghasilan yang diperoleh di Italia.
Otoritas pajak Italia disebut memimpin langkah penegakan hukum tersebut. Mereka menargetkan pembalap aktif maupun yang baru saja pensiun.
Penyelidikan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperketat kepatuhan fiskal di sektor olahraga.
Kasus ini mencuat di tengah jeda kompetisi F1 akibat konflik di Timur Tengah. Sejumlah balapan seperti Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi sempat dibatalkan.
Namun, situasi di luar lintasan justru memunculkan dinamika baru yang signifikan.
Laporan menyebutkan bahwa pihak berwenang berusaha memungut pajak secara retroaktif. Pajak tersebut terkait pendapatan pembalap saat berlaga di Italia dalam beberapa musim terakhir.
Hal ini berpotensi menimbulkan sengketa hukum antara pembalap dan otoritas setempat.
Undang-undang Italia mewajibkan atlet asing membayar pajak atas penghasilan di wilayahnya. Namun, penerapan aturan tersebut selama ini dinilai tidak konsisten.
Kondisi ini mendorong penyelidikan menyeluruh terhadap para atlet, termasuk pembalap F1.
Para pembalap telah menerima surat resmi untuk menyerahkan laporan pajak tahun 2025. Otoritas juga berupaya mengakses kontrak pembalap dan sponsor untuk menghitung pendapatan secara akurat. Jika ditemukan pelanggaran, konsekuensi hukum serius dapat dijatuhkan.
Editor : Nurismi