BERAU POST - Persebaya Surabaya sempat dipusingkan dengan absennya Bruno Moreira akibat cedera yang menghantam lini serang.
Di tengah situasi sulit itu, nama Riyan Ardiansyah justru muncul sebagai harapan baru yang perlahan mulai menjawab keraguan.
Riyan Ardiansyah akhirnya membuka rekening golnya musim ini bersama Persebaya Surabaya dalam laga kontra Madura United, Jumat (17/4/2026).
Momen itu terasa spesial karena datang di saat tim benar-benar membutuhkan sosok pembeda di lini depan.
Gol perdana tersebut lahir pada menit ke-82 melalui proses yang menunjukkan kualitas dan ketenangan.
Berawal dari umpan terobosan Milos Raickovic, Riyan bergerak cepat menembus pertahanan sebelum melepaskan tendangan menyusur tanah ke tiang jauh.
Bola meluncur mulus ke dalam gawang dan langsung disambut sorak pendukung Green Force di stadion.
Meski gol itu belum cukup menyelamatkan Persebaya Surabaya dari kekalahan, kontribusi Riyan tetap menjadi sorotan utama.
Bagi Riyan, gol tersebut bukan sekadar catatan statistik, melainkan pelepas tekanan yang selama ini membayangi. Ia mengaku momen itu menjadi titik balik untuk meningkatkan kepercayaan diri di sisa musim.
“Tentunya bersyukur. Selain gol perdana untuk Persebaya, ini juga jadi gol pertama saya musim ini. Ini menjadi motivasi saya ke depannya untuk lebih baik lagi,” ujar pemain berusia 29 tahun itu.
Kepercayaan diri itu memang sangat dibutuhkan, mengingat peran Riyan semakin vital saat Bruno Moreira harus menepi.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, ia mendapat tanggung jawab lebih besar untuk mengisi kekosongan di sektor sayap.
Sebagai pemain bernomor punggung 14, Riyan berusaha memanfaatkan setiap menit bermain yang diberikan pelatih.
Ia tak hanya fokus mencetak gol, tetapi juga aktif membuka ruang dan membantu membangun serangan dari sisi lapangan.
Perubahan peran tersebut membuat kontribusinya mulai terasa dalam pola permainan tim. Meski belum sepenuhnya konsisten, kehadiran Riyan memberi warna baru dalam variasi serangan Persebaya Surabaya.
Riyan sendiri menyadari satu gol belum cukup untuk membuktikan kualitasnya secara utuh. Ia menegaskan masih banyak aspek yang perlu diperbaiki agar bisa tampil lebih efektif di lini depan.
“Setiap pertandingan sama, saya ingin bermain maksimal. Baik cetak gol maupun assist. Bismillah bisa memberi kontribusi nyata di laga ke depan,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada performa individu, Riyan juga menyoroti pentingnya evaluasi tim setelah hasil kurang memuaskan.
Ia berharap kesalahan di laga sebelumnya bisa menjadi pelajaran berharga untuk pertandingan berikutnya.
“Tentunya harus memperbaiki kesalahan di laga kemarin untuk pertandingan berikutnya. Semoga bisa memberikan hasil terbaik untuk Persebaya,” sambungnya.
Sepanjang musim ini, Riyan telah mencatatkan 12 penampilan bersama Persebaya Surabaya.