Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Diserang Komentar Rasis, Balasan Menohok Ricky Kambuaya Ini Bikin Pelaku Langsung Terdiam

Nurismi • Rabu, 22 April 2026 | 06:35 WIB
Ricky Kambuaya saat membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @richardo_r55
Ricky Kambuaya saat membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @richardo_r55

BERAU POST - Ricky Kambuaya beri jawaban menohok untuk para pelaku rasisme yang didapatkannya di sosial media.

Komentar hingga pesan langsung didapatkannya setelah laga imbang Dewa United melawan Persib Bandung, Senin (21/4).

Melalui sosial media, Ricky Kambuaya membuat postingan khusus untuk menjawab para pelaku komentar rasisme. Pemain Timnas Indonesia tersebut juga menyertakan akun-akun pelaku yang melakukan rasisme.

Para pelaku menggunakan kata monyet dalam melakukan tindakan rasisme kepada Ricky Kambuaya. Namun kapten Dewa United tersebut, justru menantang balik dan tidak takut dengan komentar tersebut.

"Bagaimana bisa ...? Monyet bermain sepakbola dilevel profesional. Dan Bahkan sampai perwakilan membela negara yg dihuni para manusia. Masih kurang rasisnya, ayoo tambah lagi Sodaraku," tulis caption Ricky Kambuaya di Instagram yang diunggah pada Selasa (21/4).

Banyak komentar dari pemain Dewa United dan juga rekan Kambuaya di Timnas Indonesia. Beberapa yang terlihat adalah komentar dari Rafael Struick dan Kevin Diks.

"Stray strong brother," tulis komentar Rafael Struick di postingan Ricky Kambuaya. Sebuah pesan dari rekan setimnya agar tetap kuat dalam menghadapi komentar rasisme di sosial media.
 
"Unbelievable," komentar dari Kevin Diks yang merupakan rekan setimnya di Timnas Indonesia. Komentar singkat dari bek Borussia Monchengladbach tersebut seakan tidak percaya tentang komentar rasisme yang didapatkan Ricky Kambuaya.

Di Super League musim ini, beberapa pemain banyak melaporkan tentang komentar rasisme yang terjadi di sosial media.

Komentar tersebut muncul karena kurangnya kedewasaan beberapa pendukung untuk menerima hasil pertandingan atau aksi-aksi panas yang terjadi di lapangan.

Sudah saatnya para pendukung untuk lebih dewasa dalam bersikap di sosial media ketika timnya atau pemainnya dirugikan.

Editor : Nurismi
#dewa united #Ricky Kambuaya #rasisme #media sosial