Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Darah Legenda Persipura di Timnas U-17: Mengenal Peres Tjoe dan Chico Yarangga, Bintang Baru Garuda Muda

Nurismi • Rabu, 15 April 2026 | 06:32 WIB
Skuad Timnas Indonesia U-17 bersiap tampil di ASEAN U-17 2026 dengan dukungan penuh suporter tuan rumah. (Timnas Indonesia)
Skuad Timnas Indonesia U-17 bersiap tampil di ASEAN U-17 2026 dengan dukungan penuh suporter tuan rumah. (Timnas Indonesia)

BERAU POST - Penampilan Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala AFF U-17 2026 langsung mencuri perhatian publik.

Kemenangan meyakinkan 4-0 atas Timor Leste di laga perdana bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga menunjukkan kualitas individu para pemain muda yang mulai matang.

Di balik kemenangan tersebut, ada dua nama yang mulai jadi sorotan: Peres Tjoe dan Chico Yarangga.
Keduanya bukan hanya tampil menjanjikan, tetapi juga membawa cerita menarik tentang warisan sepak bola dari keluarga mereka.
  
Peres Tjoe tampil sejak menit awal sebagai bek kiri. Ia menunjukkan performa yang cukup solid, baik saat bertahan maupun membantu serangan.

Dalam beberapa momen, Peres bahkan terlihat berpindah sisi dan mengisi peran di kanan, menandakan fleksibilitas yang jarang dimiliki pemain seusianya.
 
Pergerakan tanpa bola, kemampuan membaca permainan, serta ketenangannya saat menguasai bola menjadi nilai lebih.
 
Meski bermain di lini belakang, kontribusinya dalam membangun serangan cukup terasa. Ia tidak ragu untuk naik membantu lini tengah, sekaligus tetap disiplin saat harus kembali bertahan.

Yang membuat kisah Peres semakin menarik adalah latar belakangnya. Ia merupakan putra dari mantan pemain Persipura Jayapura, Yohanis Tjoe.

Nama tersebut cukup dikenal sebagai salah satu bek tangguh di masanya. Tak heran jika Peres memiliki dasar permainan yang kuat sejak usia dini.

Sementara itu, Chico Yarangga masuk di babak kedua dan langsung memberi warna berbeda di lini tengah. Ia menggantikan Alfredo Nugroho pada menit ke-66 dan mampu menjaga ritme permainan tim tetap stabil.

Meski tidak bermain sejak awal, Chico menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang kreatif.

Sentuhan bolanya rapi, distribusi umpan cukup akurat, dan ia mampu membaca ruang dengan baik. Kehadirannya membantu menjaga tempo permainan agar tidak menurun di babak kedua.
 
Sama seperti Peres, Chico juga datang dari keluarga yang memiliki darah sepak bola. Ia adalah putra dari Chris Yarangga, mantan gelandang Persipura Jayapura yang juga pernah memperkuat Timnas Indonesia di era 1990-an.

Faktor keturunan ini tampaknya memberi pengaruh besar terhadap perkembangan keduanya. Mereka tidak hanya mewarisi bakat, tetapi juga pemahaman tentang permainan sejak usia muda.
 
Pelatih Timnas U-17 pun tampaknya cukup percaya dengan potensi kedua pemain ini. Meski masih muda, mereka sudah mampu beradaptasi dengan skema permainan tim dan tidak terlihat canggung saat tampil di level internasional.
 
Kehadiran Peres dan Chico juga menjadi bukti bahwa Papua masih menjadi salah satu lumbung talenta sepak bola Indonesia.

Tradisi panjang dalam melahirkan pemain berkualitas tampaknya terus berlanjut melalui generasi baru ini.
Namun demikian, perjalanan mereka masih panjang.

Konsistensi akan menjadi kunci utama jika ingin terus berkembang dan menembus level yang lebih tinggi. Turnamen seperti Piala AFF U-17 bisa menjadi batu loncatan penting untuk karier mereka ke depan.

Kemenangan atas Timor Leste memang menjadi awal yang bagus, tetapi tantangan sebenarnya masih menanti. Lawan yang lebih kuat akan menguji mental dan kemampuan para pemain muda ini, termasuk Peres dan Chico.

Jika mampu menjaga performa dan terus berkembang, bukan tidak mungkin keduanya akan menjadi bagian penting dari masa depan sepak bola Indonesia.
 
Untuk saat ini, mereka sudah menunjukkan satu hal yang pasti yaitu generasi baru Garuda Muda memiliki potensi besar, dan Peres Tjoe serta Chico Yarangga adalah bagian dari harapan tersebut.
 
 

Editor : Nurismi
#U17 #PIALA AFF U17 #Timnas Indonesia