Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Hari Ini Bertolak ke Thailand, Intip Kekuatan Timnas Futsal Indonesia di ASEAN Futsal Championship 2026

Beraupost • Sabtu, 4 April 2026 | 06:10 WIB
Skuad Timnas Futsal Indonesia saat menggelar latihan jelang keberangkatan ke ASEAN Futsal Championship 2026 di Thailand. (FFI)
Skuad Timnas Futsal Indonesia saat menggelar latihan jelang keberangkatan ke ASEAN Futsal Championship 2026 di Thailand. (FFI)

BERAU POST - Tim Nasional Futsal Indonesia akhirnya mengumumkan 14 pemain terbaik yang siap berlaga di ASEAN Futsal Championship 2026.

Turnamen bergengsi ini menjadi panggung penting bagi skuad Garuda untuk unjuk kekuatan di level Asia Tenggara.

Pengumuman resmi disampaikan Federasi Futsal Indonesia pada 3 April 2026 di Jakarta. Skuad ini akan bertanding di Nonthaburi Hall, Thailand, mulai 5 hingga 13 April 2026.

Sebanyak 14 pemain dipilih dari berbagai klub terbaik yang berkompetisi di Profesional Futsal League.
 
Mereka merupakan hasil seleksi ketat melalui program Garuda Calling serta pemusatan latihan intensif dalam beberapa waktu terakhir.

Tim dijadwalkan bertolak ke Thailand pada Sabtu, 4 April 2026. Keberangkatan ini menjadi awal perjuangan serius skuad Merah Putih dalam menatap prestasi regional.

Di bawah arahan pelatih kepala Héctor Souto, komposisi tim dinilai cukup ideal. Ia memadukan pemain berpengalaman dengan wajah baru yang tengah berkembang pesat.
 
Nama-nama yang masuk dalam skuad final berasal dari klub-klub papan atas tanah air. Dominasi terlihat dari kontribusi pemain Blacksteel FC Papua yang menyumbang empat pemain.

Selain itu, Pangsuma FC Kalbar menyumbang tiga pemain, sementara Unggul FC Malang mengirim dua wakil.
Klub lain seperti Cosmo JNE FC Jakarta, Bintang Timur Surabaya, Fafage Banua, dan Kuda Laut Nusantara FC masing-masing menyumbang pemain terbaiknya.

Berikut daftar lengkap 14 pemain yang akan memperkuat Timnas Futsal Indonesia.

Mereka adalah M. Albagir, Angga A., Dewa Rizki, Dipo A., Piter E., Guntur S., Yogi S., Rizky Fauzan, Imam A., A. Kareth, Adityas P., M. Sanjaya, Andres D., dan Daniel Yeimo.

Komposisi ini mencerminkan kekuatan kolektif dari enam klub berbeda di kompetisi domestik. Variasi latar belakang klub diharapkan menjadi kekuatan dalam membangun chemistry tim yang solid.

Dalam pernyataannya, Héctor Souto menyoroti pentingnya proses adaptasi tim meski persiapan terbilang singkat. Ia tetap optimistis dengan perkembangan yang ditunjukkan para pemain selama pemusatan latihan.

"Kami menyadari bahwa untuk menghadapi turnamen dengan jaminan kesuksesan yang lebih besar, tim membutuhkan persiapan yang lebih matang. Namun, proses pengenalan pemain baru ke dalam kompetisi bersama tim nasional merupakan langkah persiapan yang sangat positif," ujar Coach Hector.

Ia juga menyinggung durasi latihan yang terbatas, hanya berlangsung satu minggu dengan lima sesi latihan. Meski demikian, program tersebut tetap dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan tim nasional dan klub asal pemain.

"Sesi latihan kali ini hanya berlangsung selama satu minggu dengan total lima sesi. Hal ini dinilai cukup baik karena kami juga mempertimbangkan perlindungan terhadap klub asal pemain. Target nyata dari pemusatan latihan ini adalah memberikan detail instruksi yang jelas tanpa merusak ekosistem klub masing-masing, sembari tetap mempersiapkan Tim Nasional di saat yang bersamaan," kata Hector.

Dalam membangun kekompakan tim, ia menegaskan tidak ada perbedaan kasta di dalam skuad. Semua pemain mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Tidak ada kasta antara tim utama atau tim kedua. Fokus utama kami adalah membimbing para pemain baru. Karena beberapa pemain sudah memahami sistem, tim bisa bergerak lebih cepat bersama mereka, namun dengan pemain baru, prosesnya harus dilakukan secara perlahan dan mendalam," ungkap Hector.

Lebih jauh, ia menilai performa tim nasional sangat dipengaruhi oleh kualitas liga domestik. Kompetisi yang kuat akan melahirkan pemain-pemain yang siap bersaing di level internasional.

"Performa tim nasional juga menjadi cerminan dari kualitas Profesional Futsal League (PFL). Jika liga berjalan dengan sangat kuat, maka para pemain akan tampil sangat baik di level internasional," ucap Hector.

Meski waktu persiapan tidak ideal dibandingkan periode sebelumnya, ia tetap puas dengan progres tim. Adaptasi para pemain dinilai berjalan baik dan menunjukkan peningkatan signifikan.

"Meskipun durasi latihan saat ini berbeda dengan pola latihan satu bulan atau rutinitas mingguan yang biasa kami lakukan sebelumnya, secara keseluruhan saya merasa puas dengan adaptasi dan perkembangan yang ditunjukkan oleh tim," pungkas Hector.

Turnamen ASEAN Futsal Championship 2026 menjadi momentum penting bagi Timnas Futsal Indonesia untuk mengukur kemampuan. Selain itu, ajang ini juga menjadi batu loncatan menuju kompetisi yang lebih tinggi di level Asia.

Dukungan masyarakat Indonesia diharapkan mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain. Semangat Garuda akan diuji, dan harapan besar pun disematkan agar tim mampu membawa pulang prestasi membanggakan.

Dengan komposisi pemain yang kompetitif dan semangat juang tinggi, peluang Indonesia untuk bersinar terbuka lebar. Kini, semua mata tertuju pada perjuangan mereka di Thailand. (jpg/smi)
 
 

Editor : Nurismi
#ASEAN Futsal Championship 2026 #timnas futsal indonesia