BERAU POST - Federasi Futsal Indonesia (FFI) bersama KFI benar-benar tancap gas menuju panggung dunia.
Kehadiran mereka di Copa de Espana 2026 bukan sekadar formalitas, melainkan misi besar menyerap ilmu langsung dari pusat kekuatan futsal global.
Turnamen elite di Granada itu memang bukan ajang biasa. Sejak musim 1989/1990, Copa de Espana telah menjadi barometer kualitas tertinggi futsal dunia yang melahirkan standar permainan modern.
Dalam ajang ini, FFI dan KFI tidak hanya hadir sebagai observer. Mereka aktif membangun koneksi strategis dengan para pelaku utama industri futsal global.
Delegasi Indonesia dipimpin Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar dan Direktur Utama KFI Rorian Pratyaksa.
Mereka turut didampingi PFL Advisor Jose Tirado serta Direktur Teknik Futsal sekaligus Head Coach Hector Souto.
Copa de Espana 2026 mempertemukan delapan tim terbaik Liga Spanyol. Di antaranya El Pozo Murcia Costa Calida, Barça, Movistar Inter, hingga Illes Balears Palma Futsal yang selama ini dikenal sebagai representasi standar tertinggi futsal dunia.
Selain itu, ada pula Jaen Paraiso Interior, Jimbee Cartagena Costa Calida, Quesos El Hidalgo Manzanares, dan Vina Albali Valdepenas. Seluruh tim tersebut menjadi laboratorium hidup bagi FFI dan KFI untuk mempelajari detail permainan kelas dunia.
Tak sekadar menyaksikan pertandingan hingga final, termasuk Copa de Espana Juvenil, delegasi Indonesia juga fokus pada pembinaan usia muda.
Mereka mencoba memahami fondasi utama yang membuat Spanyol konsisten melahirkan pemain berkualitas.
Langkah ini menjadi krusial dalam membangun masa depan futsal Indonesia. Sebab, kekuatan utama futsal Spanyol justru terletak pada sistem pembinaan berjenjang yang matang.
Agenda strategis lainnya adalah pelaksanaan coaching progress bersama Real Federacion Espanola de Futbol (RFEF).
Fokus utamanya meliputi metodologi kepelatihan, kurikulum pengembangan pemain, hingga sistem pembinaan yang terstruktur.
Dari sini, FFI dan KFI mendapatkan gambaran konkret bagaimana ekosistem futsal elite dibangun. Bukan hanya soal teknik bermain, tetapi juga bagaimana menciptakan kesinambungan dari level juvenil hingga profesional.
Tak berhenti di aspek teknis, FFI dan KFI juga bergerak di sektor industri. Mereka melakukan sejumlah pertemuan dengan berbagai brand olahraga global dan mitra potensial.
Diskusi ini membuka peluang kolaborasi komersial yang lebih luas. Indonesia dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi prestasi maupun pasar yang terus berkembang.
Atmosfer Copa de Espana juga mempertemukan berbagai aktor penting futsal dunia. Mulai dari owner klub, manajer, direktur teknik, hingga eksekutif dari berbagai negara hadir dalam satu forum besar.
Momentum ini dimanfaatkan FFI dan KFI untuk memperkuat positioning Indonesia. Kehadiran mereka menjadi sinyal futsal Indonesia siap naik kelas ke level global.
Direktur Utama KFI Rorian Pratyaksa, menegaskan langkah ini bukan sekadar simbolis. Ada strategi besar yang sedang dijalankan untuk membawa futsal Indonesia keluar dari bayang-bayang.
”Serius go global bukan sekadar slogan. Kami datang untuk memastikan Indonesia diperhitungkan. Kami belajar langsung dari yang terbaik, membangun koneksi dengan para pengambil keputusan, dan membuka akses agar futsal Indonesia tidak lagi berada di pinggiran, tetapi masuk dalam peta utama futsal dunia,” ujar Rorian.
Pernyataan itu menegaskan arah baru futsal nasional. Tidak lagi sekadar berkembang di dalam negeri, tetapi mulai menargetkan pengakuan global.
Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar juga menekankan pentingnya dampak nyata dari kehadiran ini. Dia ingin setiap langkah membawa perubahan konkret bagi masa depan futsal Indonesia.
”Kami tidak ingin hanya hadir dan belajar. Target kami jelas setelah forum ini, semua pihak di ekosistem futsal global tahu bahwa Indonesia ada. Ini tentang positioning. Dari level juvenil, sistem kepelatihan, hingga koneksi industri, semua kami dorong agar futsal Indonesia masuk dalam radar elit dunia,” ungkap Michael.
Pernyataan tersebut menjadi penegas transformasi sedang berlangsung. FFI dan KFI tidak ingin berjalan biasa, tetapi melakukan lompatan besar.
Langkah ke Spanyol ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Fokusnya membangun koneksi global, memperkuat ekosistem, dan mempercepat transformasi futsal Indonesia.
Jika konsisten dijalankan, bukan tidak mungkin Indonesia segera sejajar dengan kekuatan futsal dunia.
Momentum Copa de Espana 2026 bisa menjadi titik balik penting menuju era baru futsal nasional.
Kini, tantangannya adalah bagaimana menerjemahkan semua ilmu dan koneksi menjadi aksi nyata di dalam negeri. Sebab, perjalanan menuju panggung global baru saja dimulai. (jpg/smi)
Editor : Nurismi