BERAU POST - Komite Disiplin Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kembali menjatuhkan sanksi kepada PSSI usai pelanggaran yang terjadi di ajang AFC Futsal 2026.
Nilainya memang terlihat kecil, tapi jika diakumulasi, total denda yang harus dibayar federasi sepak bola Indonesia itu kini mendekati Rp 300 juta.
Dalam putusan terbaru yang dirilis pada 18 Maret, Komdis AFC menyebut ada dua pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Timnas Futsal Indonesia.
Pelanggaran tersebut mengacu pada regulasi yang berlaku dalam Kode Disiplin dan Etika AFC.
Pelanggaran pertama berkaitan dengan Pasal 53 dalam Kode Etik dan Etika AFC yang dilakukan oleh Timnas Futsal Indonesia. Atas pelanggaran ini, PSSI dijatuhi sanksi denda sebesar USD 1.125.
Sementara itu, pelanggaran kedua terjadi pada laga final AFC Futsal 2026 saat Timnas Indonesia menghadapi Iran.
Dalam laporan resmi, disebutkan terjadi keterlambatan dimulainya babak kedua selama dua menit sepuluh detik.
Akibat insiden tersebut, PSSI kembali dikenai denda sebesar USD 1.500 karena melanggar Pasal 15.2 dalam Manual Kompetisi AFC.
Jika ditotal, dua pelanggaran ini membuat PSSI harus membayar denda sebesar USD 2.625 atau sekitar Rp 44,5 juta.
Jumlah tersebut tentu menambah beban finansial federasi yang sebelumnya juga sudah menerima sanksi dari AFC.
Dalam putusan sebelumnya, Komdis AFC telah menjatuhkan denda akibat empat pelanggaran lain yang terjadi sepanjang turnamen AFC Futsal 2026.
Akumulasi dari sanksi sebelumnya mencapai USD 14.000 atau setara Rp 235 juta. Jika ditambahkan dengan denda terbaru, maka total keseluruhan denda yang harus dibayar PSSI kini hampir menyentuh angka Rp 300 juta.
PSSI sendiri diwajibkan untuk melunasi denda tersebut dalam waktu maksimal 30 hari sejak keputusan ditetapkan.
Ketentuan ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Kode Disiplin AFC yang berlaku untuk seluruh anggota federasi.
Rentetan sanksi ini menjadi catatan penting bagi PSSI dalam hal disiplin dan manajemen pertandingan di level internasional.
Pasalnya, pelanggaran yang terlihat sepele seperti keterlambatan waktu pertandingan ternyata tetap mendapat perhatian serius dari AFC.
Situasi ini juga menjadi pengingat profesionalisme dalam penyelenggaraan pertandingan menjadi aspek krusial.
Tidak hanya soal performa di lapangan, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di level Asia.
Komite Disiplin Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kembali menjatuhkan sanksi kepada PSSI usai pelanggaran yang terjadi di ajang AFC Futsal 2026.
Nilainya memang terlihat kecil, tapi jika diakumulasi, total denda yang harus dibayar federasi sepak bola Indonesia itu kini mendekati Rp 300 juta.
Dalam putusan terbaru yang dirilis pada 18 Maret, Komdis AFC menyebut ada dua pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Timnas Futsal Indonesia.
Pelanggaran tersebut mengacu pada regulasi yang berlaku dalam Kode Disiplin dan Etika AFC.
Pelanggaran pertama berkaitan dengan Pasal 53 dalam Kode Etik dan Etika AFC yang dilakukan oleh Timnas Futsal Indonesia. Atas pelanggaran ini, PSSI dijatuhi sanksi denda sebesar USD 1.125.
Sementara itu, pelanggaran kedua terjadi pada laga final AFC Futsal 2026 saat Timnas Indonesia menghadapi Iran.
Dalam laporan resmi, disebutkan terjadi keterlambatan dimulainya babak kedua selama dua menit sepuluh detik.
Akibat insiden tersebut, PSSI kembali dikenai denda sebesar USD 1.500 karena melanggar Pasal 15.2 dalam Manual Kompetisi AFC.
Jika ditotal, dua pelanggaran ini membuat PSSI harus membayar denda sebesar USD 2.625 atau sekitar Rp 44,5 juta.
Jumlah tersebut tentu menambah beban finansial federasi yang sebelumnya juga sudah menerima sanksi dari AFC.
Dalam putusan sebelumnya, Komdis AFC telah menjatuhkan denda akibat empat pelanggaran lain yang terjadi sepanjang turnamen AFC Futsal 2026.
Akumulasi dari sanksi sebelumnya mencapai USD 14.000 atau setara Rp 235 juta. Jika ditambahkan dengan denda terbaru, maka total keseluruhan denda yang harus dibayar PSSI kini hampir menyentuh angka Rp 300 juta.
PSSI sendiri diwajibkan untuk melunasi denda tersebut dalam waktu maksimal 30 hari sejak keputusan ditetapkan.
Ketentuan ini sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Kode Disiplin AFC yang berlaku untuk seluruh anggota federasi.
Rentetan sanksi ini menjadi catatan penting bagi PSSI dalam hal disiplin dan manajemen pertandingan di level internasional.
Pasalnya, pelanggaran yang terlihat sepele seperti keterlambatan waktu pertandingan ternyata tetap mendapat perhatian serius dari AFC.
Situasi ini juga menjadi pengingat profesionalisme dalam penyelenggaraan pertandingan menjadi aspek krusial.
Tidak hanya soal performa di lapangan, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di level Asia.
Jika tidak segera dibenahi, potensi sanksi serupa bisa kembali terulang di masa mendatang. Hal ini tentu bisa merugikan tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga citra sepak bola Indonesia di mata internasional.
Dengan total denda yang terus membengkak, publik kini menanti langkah konkret dari PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Terutama dalam memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di kompetisi berikutnya. (jpg/smi)
Editor : Nurismi