Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Demi Sejarah! Bek Persib Frans Putros Rela Tinggalkan Klub demi Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia 2026

Beraupost • Jumat, 20 Maret 2026 | 12:36 WIB

Frans Putros tampil dominan di sisi kanan bersama Persib Bandung sebelum bergabung dengan Timnas Irak. (Instagram @fransputros)
Frans Putros tampil dominan di sisi kanan bersama Persib Bandung sebelum bergabung dengan Timnas Irak. (Instagram @fransputros)

BERAU POST - Frans Putros benar-benar dihadapkan pada pilihan besar dalam kariernya bersama Persib Bandung.

Bek tangguh itu harus rela meninggalkan klub yang tengah kompetitif demi satu tujuan yang lebih besar: membawa Irak ke Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan karena panggilan tim nasional adalah kehormatan tertinggi bagi seorang pemain.

Apalagi, kesempatan ini datang di momen krusial babak Playoffs Interkontinental Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Timnas Irak yang kini ditukangi pelatih asal Australia Graham Arnold akan menjalani laga hidup mati.

Mereka dijadwalkan menghadapi pemenang antara Bolivia melawan Suriname pada 31 Maret mendatang di Monterrey, Meksiko.

Frans Putros pun menyambut kesempatan ini dengan penuh antusias dan rasa tanggung jawab besar.

Ia ingin menjadi bagian dari sejarah yang membawa Singa Mesopotamia kembali ke panggung dunia setelah absen sejak 1986.

“Ya, tentu saja. Kami memiliki pertandingan ini di Meksiko. Saya pikir sejak kami mengetahui hal ini, kami sudah mempersiapkan diri untuk pertandingan di Meksiko dan kami ingin memenangkan pertandingan tersebut untuk bisa pergi ke Piala Dunia,” kata Putros.
 
Pernyataan itu menegaskan betapa besar ambisi yang ia bawa bersama tim nasional Irak.

Bukan hanya sekadar bermain, tetapi juga mengukir sejarah bagi jutaan rakyat yang menanti kebangkitan sepak bola mereka.

Di sisi lain, kepergian Putros tentu menjadi kehilangan bagi Persib Bandung yang tengah konsisten di kompetisi.

Namun kontribusi pemain berusia 32 tahun itu selama musim ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Dari total 20 pertandingan yang dijalani di BRI Super League 2025/26, Putros tampil dalam 17 laga sebagai starter. Ia mencatatkan total 1.519 menit bermain dengan rata-rata 76 menit per pertandingan.

Kontribusi ofensifnya juga terlihat meski berposisi sebagai pemain belakang. Ia berhasil mencetak satu gol dan menyumbangkan satu assist sepanjang musim berjalan.

Selain itu, kemampuan distribusi bolanya cukup solid dengan akurasi umpan mencapai 83 persen.

Ia juga mencatat rata-rata 0,6 umpan kunci per pertandingan yang menunjukkan perannya dalam membangun serangan.

Tak hanya itu, kemampuan umpan jauhnya mencapai akurasi 45 persen yang cukup membantu dalam transisi permainan.

Sementara akurasi umpan silang sebesar 37 persen menandakan kontribusinya dari sisi sayap.

Dalam aspek bertahan, Putros juga menunjukkan performa yang konsisten. Ia mencatat rata-rata 5,2 tekel per pertandingan yang menjadi bukti agresivitasnya dalam memutus serangan lawan.

Selain itu, ia juga berkontribusi dalam mencatatkan tiga clean sheets bersama Persib Bandung.

Meski sempat melakukan satu kesalahan yang berujung peluang, secara keseluruhan performanya tetap stabil.

Dari sisi duel, Putros mencatat rata-rata 3,5 kemenangan duel per pertandingan. Ia juga cukup tangguh dalam duel udara dengan rasio kemenangan mencapai 50 persen.

Namun, agresivitasnya di lapangan juga berimbas pada catatan disiplin yang perlu diperhatikan.

Ia telah mengoleksi tujuh kartu kuning dan satu kartu merah sepanjang musim ini.

Menariknya, fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan utama pemain kelahiran Aarhus, Denmark tersebut. Ia mampu bermain di berbagai posisi, mulai dari bek kanan, bek kiri, hingga gelandang bertahan.
 
Kemampuan adaptasi itu membuatnya menjadi aset penting baik di klub maupun tim nasional. Ia tak keberatan ditempatkan di posisi mana pun selama bisa memberikan kontribusi maksimal.

“Tidak masalah. Saya sudah terbiasa dengan hal ini hampir sepanjang karier saya untuk berpindah posisi dan bagi saya, saya selalu mengatakan bahwa di posisi manapun pelatih mempercayai saya, saya akan bermain,” tukasnya.

Jika melihat dari analisis heatmap, peran Putros di lapangan terlihat sangat jelas. Ia mendominasi sisi kanan sebagai fullback atau wingback yang aktif naik turun membantu tim.

Intensitas permainannya tak hanya terbatas di area pertahanan sendiri. Ia juga sering masuk ke sepertiga akhir lapangan lawan untuk membantu serangan.

Peran progresifnya terlihat dari pergerakan yang konsisten di sisi sayap kanan. Ia menjadi salah satu jalur utama dalam distribusi bola dari lini belakang ke depan.

Selain itu, aktivitasnya di area transisi juga cukup tinggi. Ia sering menjadi penghubung antara lini belakang dan lini tengah dalam membangun serangan.

Meski aktif menyerang, Putros tetap disiplin dalam menjaga area pertahanan. Ia mampu menutup ruang di sisi kanan sehingga tidak mudah ditembus lawan.
 
Kombinasi antara kemampuan bertahan dan menyerang inilah yang membuatnya menjadi pemain modern yang dibutuhkan tim. Tak heran jika ia menjadi pilihan utama di berbagai posisi.

Kini, tantangan yang lebih besar sudah menanti di depan mata. Putros harus meninggalkan kenyamanan di klub untuk menghadapi tekanan di level internasional.

Namun, peluang untuk membawa Irak lolos ke Piala Dunia jelas menjadi motivasi terbesar. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi tentang mimpi yang telah lama dinantikan.

Jika berhasil, Frans Putros akan tercatat sebagai bagian dari generasi emas Irak yang mengakhiri penantian panjang.

Sebuah pencapaian yang tentu akan melampaui segalanya, termasuk loyalitas sementara pada klub. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#persib bandung #iran #Frans Putros #timnas