Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kiper hingga Striker Terancam! Persija Jakarta Siapkan Kerangka Tim Baru, Nasib Carlos Eduardo di Ujung Tanduk

Beraupost • Rabu, 18 Maret 2026 | 14:30 WIB

Pemain Persija Jakarta membobol gawang PSM Makasar pada pertandingan Super Laegue di Jakarta Internasional Stadion, Jumat (20/2). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Pemain Persija Jakarta membobol gawang PSM Makasar pada pertandingan Super Laegue di Jakarta Internasional Stadion, Jumat (20/2). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

BERAU POST - Persija Jakarta berada di persimpangan krusial jelang akhir Super League 2025/2026.

Delapan pemain asing dengan total nilai pasar mencapai Rp 41,71 miliar terancam angkat kaki, memicu kekhawatiran besar di kalangan Jakmania.

Situasi ini tak lepas dari habisnya kontrak sejumlah pemain kunci di akhir musim.

Manajemen Persija Jakarta pun mulai bergerak menyusun ulang komposisi skuad demi menjaga daya saing musim depan.

Dari delapan nama tersebut, dua pemain bahkan dikabarkan tidak akan bertahan.

Sisanya masih menunggu evaluasi performa sebelum keputusan akhir diambil oleh tim pelatih dan manajemen.

Carlos Eduardo

Nama pertama yang masuk daftar adalah Carlos Eduardo, kiper yang kontraknya berakhir pada 30 Juni 2026.

Dia berpotensi tersingkir seiring persaingan ketat di bawah mistar, terutama dengan hadirnya Cyrus Margono dan konsistensi Andritany Ardhiyasa.

Carlos Eduardo sejatinya punya kontribusi cukup solid sejak bergabung pada musim 2024/2025.

Dia mencatatkan 35 penampilan dengan 14 clean sheet, meski kebobolan 31 gol.

Paulo Ricardo

Berikutnya ada Paulo Ricardo, bek asal Brasil yang masa baktinya hanya sampai 31 Mei 2026. Minimnya menit bermain membuat peluangnya bertahan di Persija Jakarta sangat tipis.

Paulo Ricardo baru tampil dua kali dengan total 22 menit bermain. Situasi ini menjadi sinyal kuat jika dia tidak masuk dalam rencana jangka panjang tim.

Thales Lira

Nama ketiga adalah Thales Lira yang berstatus pemain pinjaman dari Arema FC. Sesuai kesepakatan, dia dipastikan kembali ke klub asalnya setelah kontraknya berakhir di akhir musim.

Meski begitu, kontribusinya tak bisa diabaikan. Thales Lira mencatatkan 19 penampilan dengan total 1.283 menit bermain bersama Persija Jakarta.

Van Basty Sousa

Di lini tengah, Van Basty Sousa menjadi salah satu pemain yang cukup menonjol. Dia mencatatkan 21 laga dengan satu gol dan dua assist sepanjang musim ini.

Dengan performa yang cukup stabil, peluang perpanjangan kontraknya masih terbuka lebar. Persija Jakarta diyakini akan mempertimbangkan kontribusinya secara matang.

Fabio Calonego

Rekan setimnya, Fabio Calonego, juga berada dalam situasi serupa. Dia tampil impresif dengan 22 pertandingan serta menyumbang dua gol dan tiga assist.

Performa konsisten membuat Fabio Calonego berpeluang besar dipertahankan. Apalagi dia kerap menjadi andalan pelatih Mauricio Souza di lini tengah.

Jean Mota

Jean Mota menjadi nama berikutnya yang masa depannya masih abu-abu. Pemain yang baru datang di paruh musim ini memiliki opsi perpanjangan kontrak selama semusim.

Meski baru bermain empat kali dengan satu assist, kualitasnya masih dianggap menjanjikan. Keputusan akhir kemungkinan bergantung pada evaluasi setelah musim berakhir.

Bruno Tubarao

Kemudian ada Bruno Tubarao yang cukup rutin mendapat kesempatan bermain. Dia mencatatkan 19 laga dengan satu gol dan empat assist sepanjang musim ini.

Kontribusi tersebut membuat peluangnya bertahan masih terbuka. Namun, Persija Jakarta tetap akan mempertimbangkan kebutuhan tim secara keseluruhan.

Alaeddine Ajaraie

Nama terakhir adalah Alaeddine Ajaraie yang dipastikan dilepas. Dia akan kembali ke klub asalnya, NorthEast United FC, setelah masa peminjamannya berakhir.

Meski hanya mencetak dua gol dan satu assist dari tujuh laga, kontribusinya tetap memberi warna di lini depan. Namun, status pinjaman membuat Persija Jakarta tak memiliki banyak opsi.

Manajemen Persija Jakarta sendiri sudah mulai menyusun kerangka tim untuk musim depan. Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap seluruh pemain, termasuk yang baru didatangkan.

Bambang Pamungkas menegaskan proses pembentukan skuad baru sudah berjalan. Dia memastikan setiap keputusan akan diambil berdasarkan kebutuhan tim, bukan sekadar mengganti pemain lama.

”Saya pernah bilang bahwa pemain-pemain Persija ini memiliki opsi (perpanjangan) dalam kontraknya. Ingat, ya? Ada satu plus berapa, satu plus berapa. Nah, saat ini kami sudah mulai berdiskusi,” kata Bepe dalam acara Ngopi Bareng Persija.

”Saya, Pak Panca, serta manajer tim (Ardhi Tjahjoko) sudah mulai mengobrol tentang kira-kira kerangka musim depan akan seperti apa. Jadi, pemain yang perform itu siapa saja, lalu pemain siapa yang akan kami ambil musim depan, itu sudah menjadi bagian dari tugas kami,” tutur Bambang Pamungkas.

”Kami akan putuskan setelah bulan puasa. Kami akan mulai melakukan apa yang perlu kami lakukan untuk membentuk tim musim depan. Tapi nama-nama itu sudah ada di kantong saya, sudah kami diskusikan, dan akan kami matangkan setelah Lebaran,” tutur Bambang melanjutkan.

Perombakan besar ini menjadi sinyal perubahan arah Persija Jakarta. Jakmania kini hanya bisa menunggu, apakah idola mereka tetap bertahan atau justru menjadi bagian dari sejarah. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#persija jakarta #pemain asing #bursa transfer