Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Stadion Segiri Bergemuruh! Borneo FC Bantai Persebaya 5-1, Juan Villa Jadi Mimpi Buruk Green Force

Beraupost • Minggu, 8 Maret 2026 | 06:50 WIB

Pemain Persebaya Surabaya berebut bola dengan pemain Borneo FC saat laga pekan ke-25 Super League 2025-2026 di Stadion Segiri, Samarinda. (Borneo FC)
Pemain Persebaya Surabaya berebut bola dengan pemain Borneo FC saat laga pekan ke-25 Super League 2025-2026 di Stadion Segiri, Samarinda. (Borneo FC)

BERAU POST - Persebaya Surabaya menelan kekalahan telak saat bertandang ke markas Borneo FC dalam lanjutan pekan ke-25 Super League 2025/2026.

Bertanding di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026), tim asuhan Bernardo Tavares dipermalukan dengan skor mencolok 5-1.

Hasil ini menjadi pukulan keras bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya bersaing di papan atas klasemen.

Kekalahan tersebut membuat Green Force terlempar dari lima besar dan kini harus turun ke posisi keenam.

Sejak awal pertandingan, tuan rumah langsung menekan lini pertahanan Persebaya Surabaya.

Borneo FC beberapa kali menciptakan peluang berbahaya melalui Juan Felipe Villa Ruiz dan Koldo Obieta Alberdi.

Peluang pertama datang pada menit kedelapan saat Juan Felipe Villa Ruiz mencoba melepaskan tembakan, namun masih berhasil diblok pemain belakang.

Satu menit kemudian Koldo Obieta Alberdi juga mencoba peruntungannya, tetapi bola melenceng dari sasaran.

Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-15. Juan Felipe Villa Ruiz sukses mencetak gol setelah memanfaatkan peluang dari assist Mohammad Anez.

Gol tersebut membuat Borneo FC unggul 1-0 atas Persebaya Surabaya. Tuan rumah semakin percaya diri untuk terus menggempur pertahanan tim tamu.

Persebaya Surabaya sebenarnya sempat memberikan respons melalui Malik Risaldi pada menit ke-12. Namun tembakan yang dilepaskan masih mampu diamankan oleh pertahanan Borneo FC.

Peluang lain juga sempat diciptakan Jefferson Junio Antonio da Silva. Sayangnya, kesempatan tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol penyama kedudukan.

Memasuki pertengahan babak pertama, pertandingan berjalan semakin keras. Wasit bahkan mengeluarkan kartu kuning untuk Sadida Nugraha Putra dan Koko Ari Araya akibat pelanggaran yang terjadi.

Meski sempat menekan, Persebaya Surabaya tetap kesulitan menembus lini belakang tuan rumah.

Hingga babak pertama berakhir, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Borneo FC.
Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares langsung melakukan tiga pergantian pemain.

Toni Firmansyah, Riyan Ardiansyah, dan Pedro Ricardo Rodrigues de Matos dimasukkan untuk meningkatkan daya serang tim.

Namun perubahan tersebut belum mampu menghentikan dominasi tuan rumah. Borneo FC justru kembali menambah keunggulan pada menit ke-59 melalui Juan Felipe Villa Ruiz.

Gol kedua tersebut berawal dari serangan cepat yang tidak mampu diantisipasi lini pertahanan Persebaya Surabaya.

Tembakan Juan Villa kembali mengoyak gawang yang dijaga Ernando Ari.
Hanya berselang tiga menit, gawang Persebaya Surabaya kembali kebobolan.

Kali ini Westherley Garcia Nogueira memberikan assist yang sukses diselesaikan menjadi gol ketiga bagi Borneo FC.

Situasi semakin sulit bagi Green Force ketika Koldo Obieta Alberdi mencetak gol keempat pada menit ke-67. Skor berubah menjadi 4-0 dan praktis membuat pertandingan semakin berat bagi tim tamu.

Persebaya Surabaya sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-72. Leonardo Silva Lelis berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan peluang di depan gawang.

Gol tersebut menjadi satu-satunya gol balasan Persebaya Surabaya dalam pertandingan ini. Meski sempat mencoba bangkit, serangan tim tamu tetap sulit menembus pertahanan Borneo FC.

Menjelang akhir pertandingan, tuan rumah kembali menambah penderitaan bagi Green Force. Marcos Emanuel Astina mencetak gol pada masa tambahan waktu menit 90+4.

Gol tersebut memastikan kemenangan telak Borneo FC dengan skor 5-1. Stadion Segiri pun bergemuruh merayakan kemenangan besar Pesut Etam atas Persebaya Surabaya.

Kekalahan telak 5-1 dari Borneo FC pada Sabtu, 7 Maret 2026, menjadi pukulan telak bagi skuad Green Force. Berikut adalah beberapa poin analisisnya.

Krisis lini pertahanan menjadi sorotan utama setelah Persebaya Surabaya kebobolan lima gol dalam satu pertandingan.

Koordinasi antara bek tengah dan kiper Ernando Ari terlihat beberapa kali tidak solid sehingga dimanfaatkan pemain Borneo FC seperti Juan Villa dan Mariano Peralta.

Hasil ini juga memperpanjang tren negatif Persebaya Surabaya di papan klasemen. Green Force kini berada di posisi keenam dengan 39 poin setelah memainkan 25 pertandingan.

Jarak dengan pemuncak klasemen Persib Bandung kini melebar menjadi 15 poin. Situasi ini membuat persaingan menuju papan atas semakin sulit bagi Persebaya Surabaya.

Selain itu, mentalitas tandang juga menjadi perhatian serius bagi tim pelatih. Bermain di Stadion Segiri memang selalu menjadi tantangan berat bagi tim tamu.

Namun skor telak tersebut menunjukkan adanya masalah saat menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah.

Dominasi Borneo FC sepanjang pertandingan membuat Persebaya Surabaya kesulitan mengembangkan permainan.

Ujian besar kini berada di tangan pelatih Bernardo Tavares. Ia dituntut segera melakukan evaluasi terutama pada transisi bertahan ke menyerang yang terlihat lambat.

Jika tidak segera dibenahi, posisi Persebaya Surabaya di klasemen bisa semakin terancam. Apalagi beberapa tim di bawah mereka masih memiliki peluang mengejar poin dalam beberapa laga ke depan.

Bagi Borneo FC, kemenangan besar ini semakin memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen.

Tim berjuluk Pesut Etam kini semakin percaya diri dalam perburuan gelar Super League musim ini.

Sementara itu, Persebaya Surabaya harus segera bangkit jika ingin kembali ke jalur kemenangan.

Green Force tidak memiliki banyak waktu untuk memperbaiki performa sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

Kekalahan telak ini menjadi alarm keras bagi Persebaya Surabaya. Jika tidak segera berbenah, ambisi bersaing di papan atas Super League musim ini bisa semakin menjauh. (jpg/smi)

 

 
Editor : Nurismi
#persebaya surabaya #borneo fc #Super League